Categories: Daerah

Berikan Jawaban Atas Pandangan Umum, Bupati Bassam Ucapkan Terima Kasih ke DPRD

HALSEL, JN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi – Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)TA 2024, bertempat di ruang sidang paripurna Sekretariat DPRD Halmahera Selatan, pada Selasa (17/06/2025).

Jalannya Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan, Muslim Hi. Rakib, didampingi Wakil Ketua II, Fadila Mahmud.

Hadir dalam kesempatan itu Sekertaris Daerah (Sekda) Safiun Radjulan, Forkopimda dan para Pimpinan OPD Dilingkup Pemkab Halmahera Selatan.

Dalam sambutanya, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, terutama kepada seluruh unsur pimpinan Fraksi – Fraksi atas seluruh pandangan dan tanggapan terhadap Ranperda LPJ pelaksanaan APBD TA 2024 yang telah disampaikan pada tanggal 4 Juni tahun 2025.

Atas pandangan umum Fraksi – Fraksi tersebut maka dapat kami sampaikan jawaban, pertama.

1. Apresiasi Atas Raihan WTP dan Kinerja Pendapatan Daerah

Atas nama Pemkab Halmahera Selatan menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari seluruh Fraksi terhadap capaian opini WTP ke- 11 dari BPK.

Pihaknya berkomitmen kedepan tetap mempertahankan kualitas laporan keuangan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Terkait realisasi PAD dan keberhasilan sektor pajak dan retribusi daerah sebagaimana disoroti Fraksi PKS, Gerindra dan PKB menjadi titik tolak semangat untuk memaksimalkan potensi lokal.

“Perlu ada inovasi digitalisasi pajak serta perbaikan regulasi, sosialisasi dan pemutahiran data wajib pajak sebagaimana diusulkan Fraksi Golkar, Fraksi Perjuangan Demokrat dan Fraksi Nasdem, Pemkab akan melakukan pemutahiran data pajak dan retribusi dengan melibatkan seluruh Stakeholder,”ujar Bupati Bassam Kasuba.

2. Penyerapan Anggaran dan Kualitas Belanja Publik

Sebagaimana sorotan Fraksi Golkar dan Fraksi PKS bahwa ini didomasi belanja operasional dibanding belanja modal, serta ketimpangan alokasi disektor – sektor penting. khusus soal pembangunan di pulau Obi sebagaimana disoroti Fraksi Golkar, menjadi perhatian serius Pemkab Halmahera Selatan.

Karena itu Pemkab telah mengalokasikan anggaran dan akan terus memprioritaskan kawasan strategis yang berkontribusi tinggi terhadap PAD.

3. Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Sebagaimana disoroti Fraksi Gerindra, PKS dan Nasdem, menyangkut fasilitas sekolah dan kesehatan, serta angka stunting sebesar 26,1 persen.

Pemkab Halmahera Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan termasuk membangun RKB, penyedian obat – obatan serta peningkatan stunting menjadi prioritas dengan pendekatan lintas sektor.

4. Pengelolaan Dana Hibah dan Dana Desa

Sebagaimana dikritisi Fraksi Golkar dan Fraksi Perjuangan Demokrat, dia mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran.

Begitu pula dengan Dana Desa pihaknya berkomitmen meningkatkan pembinaan dan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana.

5. Pengelolaan Aset Daerah dan Silpa

Sebagaimana masukan dari Fraksi Perjuangan Demokrat dan Fraksi Amanat Persatuan Solidaritas, ini menjadi perhatian serius Pemkab Halmahera Selatan dalam proses pendataan dan penertiban administrasi aset.

Pengelolaan aset sudah harus ditertibkan dengan melakukan inventarisasi aset terutama peralatan dan mesin dari tahun 2003.

Terkait hal ini, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh Bendahara barang OPD agar kendaraan dinas yang dikuasai pihak yang tidak berhak agar ditarik dan dilelang.
Sedangkan untuk pengamanan tanah pemerintah daerah sudah dilakukan pemasangan tanda batas (Patok) dan papan nama tanah milik Pemkab.

Menyangkut Silpa sebesar Rp 30,5 Miliar sebagian besar merupakan dana sisa dari kegiatan yang tidak selesai karena kendala teknis dan akan digunakan kembali untuk kepentingan publik.

6. Pertanian, Bencana dan Penanganan Wilayah Rentan

Yang disoroti Fraksi PKS, Pemkab Halmahera Selatan akan menyesiaikan kebijakan pembangunan pertanian berbasis wilayah prioritas.

Disektor kebencanaan, tanggap darurat dan perencanaan mitigasi akan ditingkatkan baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur tanggul maupun pelatihan.

7. Hubungan Kemitraan dan Kolaborasi

Ini menjadi catatan Fraksi Nasdem dan Fraksi Gerindra, ditanggapi Pemkab Halmahera Selatan dengan akan terus membuka ruang komunikasi yang melibatkan legislatif dalam perencanaan dan pengawasan. (*)

Editor: Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…

2 minggu ago

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…

2 minggu ago

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…

3 minggu ago

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…

3 minggu ago

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…

3 minggu ago

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…

1 bulan ago