M. Sukur Lila, Kepala Dinas Kehutanan Malut (Foto : Yun)
SOFIFI, JN – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Maluku Utara yang pada iven Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional ke-26 menjadi Liaison Officer (LO) dari kontingen provinsi Papua Barat menjadikan tempat wisata Hutan Mangrove yang terletak di Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara sebagai destinasi yang bisa dikunjungi.
Taman wisata hutan mangrove yang baru dilakukan Grand opening oleh Gubernur Maluku Utara, KH. Abd. Gani Kasuba itu, kini sudah bisa dikunjungi termasuk para khafilah STQ Nasional.
Muhammad Sukur Lila, Kepala Dinas Kehutanan Maluku Utara saat ditemui awak media di Wisata Hutan Mangrove pada Senin kemarin mengungkapkan rasa syukurnya serta semangat dan apresiasi kepada Gubernur yang telah berani melaksanakan event nasional di Maluku Utara.
” saya dan seluruh jajaran dinas kehutanan sangat bersemangat, lewat event nasional ini kita melayani tamu kita dari Papua Barat, kita berharap bisa berikan yang terbaik, karena Dishut adalah LO dari khafilah Papua Barat. Kami ingin memberi kesan yang baik dan positif kepada para khafilah, meskipun kedatangan mereka dengan kapal laut namun kami tetap melayani dengan semampu kami “, ungkapnya.
Sukur juga katakan, sebagai LO dari provinsi Papua Barat, seluruh staff internal Dishut terlibat dalam segala kepentingan dan kebutuhan para khafilah termasuk pengurus Dharma Wanita Dinas Kehutanan yang ikut melayani para khafilah.
Sukur tegaskan kepada seluruh staff agar melayani para tamu dengan baik, karena ini merupakan hajatan bernuansa agama menyiarkan agama Islam sehingga perlu adanya tanggungjawab dan kebersamaan dalam memberikan pelayanan, inipun demi menjaga nama baik kita semua.
Dari sekian peserta khafilah yang ada, khafilah dari provinsi Papua Barat adalah khafilah yang pertama kali tiba di Maluku Utara dengan jumlah 135 orang, ungkap Sukur.
Terkait dengan fasilitas yang ada dilokasi wisata hutan mangrove ini, sukur mengatakan ada tersedia menara pemantau, empat buah gazebo, tersedia kuliner lokal yang bisa dinikmati pengunjung.
Sukur juga mengatakan, lokasi taman wisata hutan mangrove nantinya akan dijadikan lokasi wisata lokal yang memadai sehingga menjadi salah satu icon destinasi wisata alam di Maluku Utara.
” terkait dengan pengelolaan wisata mangrove yang ada di kelurahan guraping ini, kedepan nantinya pemprov akan fokus menata kawasan wisata lokal sehingga menjadi salah satu icon wisata alam di Malut. Ini juga sesuai Perda yang sudah dibuat nantinya disandingkan dengan Perdes dan nanti kita atur juga retribusinya agar ada pemasukan untuk daerah “, akunya.
Sementara ini kita gratiskan bagi para khafilah selama STQ yang berkunjung, katanya lagi. Untuk pengelolaan wisata hutan mangrove ini, Dinas Kehutanan melibatkan Pemuda Karang Taruna Desa Guraping, begitupun nanti dalam hal retribusi dilakukan dengan sistem bagi hasil.
Untuk diketahui, Grand opening yang dibuka resmi gubernur ini juga dihadiri oleh wakil gubernur Kalimantan Timur dan Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan yang juga merupakan salah satu aktor ternama di Indonesia. (*)
Penulis : Yunda
Editor : Risman Lamitira
Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…
TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…
TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…
HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…
TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…
HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…