Categories: Daerah

DLH Launching Proyek Perubahan Gerakan Si Lisa

TERNATE, JN – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup gelar launching Proyek Gerakan Si Lisa Strategi Pengelolaan Sampah Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi di Kota Ternate yang dipusatkan di halaman Kantor DLH Kota Ternate Minggu, (22/09) pagi.

Walikota M. Tauhid Soleman dalam kesempatan tersebut hadir meresmikan launching Gerakan Si Lisa sekaligus memberikan sambutannya.

“Kota Ternate merupakan sentral sehingga masalah sampah menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah. Ini salah satu visi misi pemerintah sehingga point penting melalui gerakan si lisa ini kita harapkan menjadi solusi pengurangan sampah di Ternate”, ungkap Walikota.

Sementara Kepala Dinas DLH Kota Ternate, Muhammad Syafei selaku Project Leader memaparkan proyek tersebut haruslah didukung semua pihak baik pemerintah, instansi vertikal dan juga masyarakat dan komunitas.

“Gerakan si Lisa ini masuk sebagai proyek solusi dalam menangani masalah sampah. Sebenarnya selama ini kita hanya membuat kota bersih dengan mengangkut sampah saja namun masalah pengurangan sampah tidak sama sekali, ini yang menjadi ide strategi kita lakukan untuk mengelola limbah dan sampah dengan cara dipilah sampah organik dan non organik. Semua ini butuh kerjasama seluruh pihak terutama mulai dari kelurahan”, kata Kadis.

Kesempatan tersebut, Walikota juga menandatangani prasasti terkait strategi pengelolaan sampah di Kota Ternate tentunya dengan target 2030 menuju Ternate Zero Waste. Walikota juga menyerahkan Instruksi Walikota terkait Gerakan Si Lisa kepada Perwakilan BI, Kepala Disdik dan juga Perwakilan Hotel Ayu Lestari dan juga penyerahan sejumlah piagam penghargaan kepada komunitas atau kader lingkungan Gerakan Si Lisa.

Sampah di Kota Ternate kata Syafei terbanyak adalah sampah permukiman yang berasal dari limbah rumah tangga yang disusul sampah dari para pedagang yang ada di pasar dan pertokoan. Volume sampah sendiri perhari di angka 100-120 ton dikali perbulan yang semakin mengancam lingkungan.

Solusi mengurangi sampah sendiri melibatkan berbagai elemen masyakarat seperti komunitas pecinta lingkungan, remaja perkumpulan gereja, instansi terkait diantaranya dari Dinas Pendidikan, Bank Indonesia Perwakilan Malut, Pltd. PLN, kaders lingkungan dari sejumlah kelurahan dan komunitas lainnya yang mendukung Gerakan Si Lisa. (yUn)

Redaksi

Recent Posts

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…

2 minggu ago

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…

2 minggu ago

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…

3 minggu ago

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…

3 minggu ago

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…

3 minggu ago

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…

1 bulan ago