Categories: Daerah

Kades Kaireu : Saya Pakai Mobil Sendiri Karena Takut Rusak

HALSEL, JN –  Kepala Desa (Kades) Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Abubakar Malayu, angkat bicara terkait penggunaan mobil Pick Up jenis Toyota Hilux, kendaraan operasional Desa untuk kepentingan pribadi.

Menurut Abubakar dirinya sengaja tidak mau memuat penumpang dan barang karena takut mobil rusak. Kades berasalan jalan menuju Desa Kaireu kondisinya rusak parah, sehingga jika dipaksakan beroperasi muat penumpang maka akan beresiko.

“Torang pe masyarakat kalau, dorang sudah naik di mobil, pasti muat barang, dan itu saya tidak mau, mobil dia cepat rusak.”ujar Kades Abubakar Malayu, saat memberikan pernyataan klarifikasi kepada Jaret News.com, Sabtu (17/04/2021).

Untuk itu dirinya mengambil langkah menggunakan mobil ini, secara pribadi untuk keperluan pengurusan kantor dan lainnya. “Didesa Kaireu mobil operasional desa ada 2 unit, satu beroperasi muat penumpang dan barang, sedangkan yang satu ini, saya pakai sendiri untuk urusan kantor.”terang Abubakar.

Langkah itu diambil karena kalau dipaksakan memuat penumpang maka pasti cepat rusak, olehnya itu saya jaga sekali ini mobil.

Dirinya menambahkan bahwa saat ini nama Desa Kaireu sudah terakreditasi di Kementerian Perhuungan RI, terkait bantuan trasportasi, bahkan mobil ini diberikan Pemerintah pusat berkat dirinya yang membawa langsung proposal ke sana.

“Saya yang bawa proposal dan menyampaikan presentase ke Dishub RI, waktu itu didampingi mantan Kepala Dinas Alm. Muhammad Balakum, jadi saya jaga sekali mobil ini.”beber Nijam Alveros biasa disapa.

Dirinya sangat menyesalkan pernyataan Kadishub Halsel Ahmad Rajak, yang meminta pihak Samsat Halsel, agar menahan mobil jika kedapatan saat operasi.

Sedangkan terkait Pendapatan Bumdes bersumber dari pengelolaan jasa transportasi, Desa Kaireu paling terbaik, seluruh laporan pemasukan tiap bulan ada, hanya saja selama ini tidak pernah diminta Dishub Halsel.

“Laporan pendapatan tiap bulan ada, kalau diminta akan kami serahkan, tapi selama ini tidak pernah diminta Dishub, makanya kami juga diam.”tutup Abubakar. (Ris)

Penulis : Tim
Editor    : Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…

2 minggu ago

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…

2 minggu ago

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…

3 minggu ago

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…

3 minggu ago

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…

4 minggu ago

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…

1 bulan ago