Categories: Daerah

Meski ‘Bingung’ Dengan Konsep Sekolah Ala Rusia di Halsel, Pembangunan Dilanjutkan dan Segini Anggarannya

HALSEL, JN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, dibuat bingung dengan konsep Pembangunan gedung Sekolah Terpadu yang dibangun di Desa Hidayat Kecamatan Bacan oleh Almarhum Bupati Usman Sidik sejak tahun 2022 lalu.

Proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 dan tahun 2023 itu, dikerjakan dua rekanan berbeda  yakni rekanan CV. Bima Sakti dengan nilai kontrak  Rp 6.302.869.207,- dan rekanan CV. Muthia Karya Mandiri senilai Rp 14. 896.121.069,-

Bangunan dengan konsep ala Rusia itu rencanannya akan dilanjutkan pembangunannya pada 2024 ini dengan rincian alokasi anggaran disiapkan senilai Rp 35 Miliar.

Dengan demikian maka jumlah nilai anggaran yang digelontorkan Pemkab Halsel secara keseluruhan hingga tuntas nanti mencapai Rp 55,8 Miliar.

Meski kata pepatah bilang nasih sudah menjadi bubur, karena telah terlanjut dibangun, Pemkab Halsel tetap berusaha agar pekerjaan bangunan elit itu segera tuntas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Halmahera Selatan, Siti Khodijah, M.Ag, yang dikonfirmasi Wartawan Kamis (25/01/2024), mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum tahu pasti tujuan pembangunan sekolah tersebut.

Pasalnya, menurut Siti Khodijah sekolah tersebut dibangun oleh Almarhum Bupati Usman Sidik melalui Diknas yang saat itu dijabat Safiun Radjulan.

“Sekolah itu tidak tahu juga mau dibikin apa, itu yang sekarang saya ingin konfirmasi dulu dengan pak Sekretaris Daerah (Sekda) yang kebetulan waktu itu menjabat Kadiknas.”ungkap Siti Khodijah.

Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakara itu bilang Pemkab sekarang ingin melanjutkan pembangunanya karena sudah terlanjur dibangun.

Olehnya itu sekarang yang kami pikirkan adalah konsepnya sebab jika dilihat kondisi bangunannya sekolah tersebut masuk katagori Hiqh Class atau level elit.

Meski sekolah tersebut masuk katagori elit tetapi bukan berarti dikhususkan bagi orang yang punya kemampuan saja, tetapi siapa saja boleh menikmati sekolah ini.

Lanjut dia  bahwa sekolah berlantai dua ini mengambil model Boarding School yakni pendidikan transformatif dimana pola ini mirip dengan pesantren.

“Nanti tenaga pengajarnya berstandar minimal serjana S1, sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas lengkap dengan jumlah ruang kelas atau RKB sebanyak 48. Ujarnya.(*)

Editor : Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

TERNATE, JN - Pemerintah Daerah Kota Ternate berencana menata kembali pedagang buah yang ada di…

2 jam ago

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

HALTENG, JN - Keterlibatan Calon Kepala Desa (Cakades) dalam pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di…

23 jam ago

Gubernur Sherly Tunjuk Mantan Pejabat Di Halsel Jadi Plt Kadis DKP, Termasuk Plt Di Dinas Pertanian

SOFIFI, JN - Tak butuh waktu lama, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos tunjuk Kadri La…

4 hari ago

Data Tak Valid, DPRD Halteng Desak Pemda Cabut Izin Operasional SPBU Ini.

HALTENG, JN - Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Halmahera Tengah digelar diruang sidang paripurna…

2 minggu ago

Alasan Efisiensi Anggaran, Dispora Halteng diduga Lepas Tanggungjawab Atlet Porprov

HALTENG, JN - Persiapan atlet asal Kabupaten Halmahera Tengah untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Tingkat…

3 minggu ago

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

HALSEL, JN - Di Pulau Obi, sebagian perjalanan kerja dimulai dari kesempatan yang sederhana, lalu…

3 minggu ago