Categories: Perkara

Pemkab Halsel dan Bank BRI Labuha Kalah di Pengadilan, Lawan Warga Gane Luar

HALSEL, JN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kantor Cabang Pembantu Labuha atau BRI Labuha dinyatakan kalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Labuha dalam perkara  bantuan korban gempa bumi warga Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan yang diajukan 85 kepala keluarga (KK).

Dalam gugatan yang terbagi dalam tiga perkara masing – masing perkara nomor 39/PDT.G/2021/PN Lbh, kemudian perkara nomor 3/PDT.G/2022/PN Lbh dan perkara nomor 2/PDT.G/2022/PN Lbh itu telah diputus Hakim Pengadilan Negeri Labuha, pada Rabu (25/05/2022).

Sebagaimana dalam gugatan warga korban gempa bumi Desa Gane Luar terdapat tiga tergugat yaitu tergugat pertama pihak Pemkab Halsel dalam hal ini BPBD Halsel, kemudian tergugat dua Bank BRI KCP Labuha dan tergugat tiga pihak PT Jeras Bangun Persada selaku kontraktor yang mengerjakan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban gempa bumi. 

Dimana dalam amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim PN Labuha itu menyebutkan bahwa pertama menerima gugatan Penggugat, kemudian kedua menyatakan pada ketiga tergugat terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, lalu amar ketiga menghukum tergugat dua dalam hal ini BRI KCP Labuha, membuka blok rekening milik penggugat dalam hal ini warga penerima bantuan korban gempa bumi serta selanjutnya, menghukum tergugat satu BPBD Halsel untuk memberikan uang bantuan korban gempa bumi sebesar Rp 50 juta rupiah per orang.

Serta kelima menghukum kepada tergugat selaku pihak yang kalah untuk membayar seluruh biaya perkara. Demikian disampaikan Kuasa Hukum penggugat korban gempa bumi  Desa Gane Luar, Bambang Joisangadji, SH kepada JaretNews.com.

Pengacara muda itu bilang bahwa sebagaimana isi amar putusan maka pihak tergugat pertama Pemkab Halsel harus membayar uang bantuan korban gempa bumi Gane Luar sebesar Rp 50 juta rupiah per orang dengan total keseluruhan mencapai Rp 4,250 miliar.” tandas Bambang.

Selanjutnya kata dia untuk pihak tergugat kedua Bank BRI KCP Labuha harus membuka blokiran rekening milik penggugat selaku penerima bantuan korban gempa. 

“Saat ini  kami menunggu masa ingkrah pasca putusan selama 14 hari, apakah ada langkah hukum banding jika tidak maka Pemkab dan Bank BRI Labuha diminta membayar ke masyarakat Gane Luar.”terang Kuasa Hukum.

Sementara itu salah satu penggugat warga Desa Gane Luar  Ilham Muhidin usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Labuha, mengucapkan puji syukur atas kemenangan perkara ini.

Dirinya juga menyampaikan terimakasi pada PN labuha yang sudah memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum pada warga korban gempa Desa Gane luar. (*)

Editor : Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Perkuat Konektivitas Antardesa, Empat Jembatan Dibangun di Pulau Obi

HALSEL, JN - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memacu pemerataan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah…

3 hari ago

Pemkab Halteng Akan Terapkan TPP Berbasis Kinerja, Sekda Soroti Budaya ‘Absensi Lalu Kabur’

HALTENG, JN - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, akan menyesuaikan mekanisme pemberian Tambahan…

3 minggu ago

Perkuat Distribusi Pangan Lokal, Dinas Pangan Maluku Utara Jalin Kerja Sama dengan Penyedia Dari Luar Daerah

SOFIFI, JN – Untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pangan di seluruh kabupaten/kota di…

3 minggu ago

Perkuat Program Bank Sampah, Ini Yang Dilakukan DLH Halteng

HALTENG, JN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memperkuat program bank…

3 minggu ago

Dirusak OTK, Jaringan Telkomsel Daerah Ini Terganggu

HALTENG, JN - Jaringan telekomunikasi milik Telkomsel di wilayah Kecamatan Patani dan Patani Utara, Kabupaten…

3 minggu ago

Melalui CSR dan PPM, DLH Halteng Bangun Kolaborasi Dengan Pelaku Usaha Pertambangan

HALTENG, JN - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara gelar Rapat Koordinasi Pemerintah…

4 minggu ago