• Latest
Aburizal Kamarullah

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

04/04/2026
Panen Raya Padi, BI Malut bersama Pemkab Halmahera Timur

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, BI Dorong Penguatan Pada Sektor Ini

03/08/2026
Perahu Berbahan Dasar Kayu, Transportasi Di Pulau Meti

Diam di Atas Laut Halmahera, Kita Belajar Sejarah Sambil Menjaga Alam

31/07/2026
Fadly Muhammad, Deputi Perwakilan BI Malut

Mengasah Karya Jurnalistik Dengan AI, BI Gandeng Media Gelar Capacity Building Di Pulau Meti

29/07/2026
KJH FC Lolos 16 Besar PWI CUP I Halsel

Borong Dua Gol, Arwin Ardiansyah Bawa KJH FC Lolos 16 Besar PWI CUP Halsel

07/06/2026
Pasar Buah dan Terminal Gamalama Kota Ternate

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

06/06/2026
Ketua DPD LPP Tipikor Kab. Halmahera Tengah, Fandy Rizky

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

05/06/2026
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos

Gubernur Sherly Tunjuk Mantan Pejabat Di Halsel Jadi Plt Kadis DKP, Termasuk Plt Di Dinas Pertanian

02/06/2026
Lukman Esa, Ketua Komisi II DPRD Halteng

Data Tak Valid, DPRD Halteng Desak Pemda Cabut Izin Operasional SPBU Ini.

26/05/2026
Ilustrasi Anggaran Olah Raga

Alasan Efisiensi Anggaran, Dispora Halteng diduga Lepas Tanggungjawab Atlet Porprov

16/05/2026
Sifa Sahbila Amirudin, salah satu generasi muda terbaik Pulau Obi di tengah kesibukan menjalani masa magang di Departemen HRGA Site Obi

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

16/05/2026
Plt. Kadis Tata Kota Kebupaten Halmahera Tengah, Bambang Prakoso

Sudah Miliki RDTR Namun Tata Kota Halteng Belum Optimal, Perlu Sosialisasi Intens Termasuk Peran Media

12/05/2026
Plt Kepala Desa Were Kabupaten Halmahera Tengah, Awaluddin Salamudin

Sukses Gelar Pilkades, Desa Di Halteng Ini Pertama Kali Dipimpin Perempuan

12/05/2026
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
Jumat, Agustus 7, 2026
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
No Result
View All Result

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

by Redaksi
04/04/2026
0
Aburizal Kamarullah

Aburizal Kamarullah

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

HALSEL, JN – Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara belakangan ini perlu dibaca secara lebih kritis dan mendalam. Alih-alih melihatnya sebagai konflik yang secara inheren berbasis agama, terdapat indikasi kuat bahwa narasi keagamaan justru dikonstruksi dan diproduksi dalam proses eskalasi konflik tersebut.

Dalam kerangka pemikiran Noam Chomsky, situasi ini dapat dipahami melalui konsep manufacturing consent, yaitu bagaimana opini publik dibentuk melalui proses produksi informasi yang tidak netral. Konflik yang pada mulanya bersifat lokal baik itu persoalan sosial, ekonomi, maupun insiden personal dapat mengalami transformasi makna ketika direpresentasikan dalam ruang publik, khususnya melalui media sosial.

Transformasi ini tidak terjadi secara alamiah, melainkan melalui seleksi, penekanan, dan pengulangan informasi tertentu yang menonjolkan aspek identitas, terutama agama. Akibatnya, publik tidak lagi merespons fakta objektif, tetapi versi realitas yang telah direkonstruksi sedemikian rupa untuk memicu emosi kolektif.

BacaJuga

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, BI Dorong Penguatan Pada Sektor Ini

Diam di Atas Laut Halmahera, Kita Belajar Sejarah Sambil Menjaga Alam

Dalam konteks ini, media sosial berfungsi sebagai akselerator. Kecepatan distribusi informasi tidak diiringi dengan verifikasi yang memadai, sehingga membuka ruang luas bagi distorsi dan simplifikasi. Narasi yang paling emosional bukan yang paling akurat cenderung menjadi dominan.

Sementara itu, melalui perspektif Michel Foucault, fenomena ini dapat dibaca sebagai operasi kekuasaan melalui diskursus. Foucault menekankan bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk represif, melainkan bekerja secara produktif dengan membentuk cara pandang, kategori berpikir, dan batas-batas pemaknaan.

Dalam kasus Maluku Utara, diskursus yang berkembang cenderung mengarahkan publik untuk memahami konflik dalam kerangka “agama versus agama”. Ketika kerangka ini telah diterima secara luas, maka alternatif penjelasan seperti faktor ekonomi, politik lokal, atau dinamika sosial menjadi terpinggirkan atau bahkan tidak terlihat.

Dengan kata lain, yang sedang dipertarungkan bukan hanya konflik di lapangan, tetapi juga definisi tentang konflik itu sendiri.

Dampak dari dominasi diskursus berbasis identitas ini sangat signifikan. Pertama, ia berpotensi memperluas skala konflik dari yang semula terbatas menjadi lebih luas dan melibatkan kelompok yang sebelumnya tidak terkait langsung. Kedua, ia memperdalam polarisasi sosial dengan membangun batas-batas “kita” dan “mereka” secara kaku. Ketiga, ia mengaburkan akar persoalan yang sesungguhnya, sehingga penyelesaian yang diambil cenderung tidak menyentuh sumber konflik.

Lebih jauh, reproduksi narasi SARA secara terus-menerus dapat menciptakan kondisi di mana masyarakat menjadi rentan terhadap mobilisasi berbasis emosi. Dalam situasi seperti ini, rasionalitas publik mengalami erosi, digantikan oleh reaksi-reaksi instan yang didorong oleh sentimen identitas.

Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa tidak setiap konflik yang melibatkan kelompok berbeda dapat serta-merta dikategorikan sebagai konflik agama. Pelabelan semacam itu bukan hanya simplistik, tetapi juga berpotensi memperparah keadaan.

Upaya meredam konflik di Maluku Utara tidak cukup dilakukan melalui pendekatan keamanan semata. Diperlukan juga intervensi pada level narasi, yaitu dengan mendorong produksi informasi yang lebih akurat, proporsional, dan tidak eksploitatif terhadap isu identitas.

Selain itu, literasi media masyarakat menjadi kunci penting. Kemampuan untuk memilah informasi, memahami konteks, dan tidak mudah terprovokasi merupakan fondasi utama dalam mencegah eskalasi konflik berbasis narasi.

Pada akhirnya, menjaga kohesi sosial di wilayah yang majemuk seperti Maluku Utara bukan hanya soal meredam konflik yang tampak, tetapi juga soal mengelola cara masyarakat memahami konflik itu sendiri.

Karena dalam banyak kasus, konflik tidak membesar karena peristiwanya, melainkan karena cara ia diceritakan.(*)

Penulis : Aburizal Kamarullah
(Pengiaat Literasi & Penulis Opini Publik)

Previous Post

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

Next Post

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

Related Posts

Panen Raya Padi, BI Malut bersama Pemkab Halmahera Timur
Daerah

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, BI Dorong Penguatan Pada Sektor Ini

by Redaksi
03/08/2026
0

HALTIM, JN - Sebagai otoritas dibidang moneter, makroprudencial dan sistem pembayaran, Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara memiliki komitmen mendukung penguatan...

Read more
Perahu Berbahan Dasar Kayu, Transportasi Di Pulau Meti

Diam di Atas Laut Halmahera, Kita Belajar Sejarah Sambil Menjaga Alam

31/07/2026
Fadly Muhammad, Deputi Perwakilan BI Malut

Mengasah Karya Jurnalistik Dengan AI, BI Gandeng Media Gelar Capacity Building Di Pulau Meti

29/07/2026

Borong Dua Gol, Arwin Ardiansyah Bawa KJH FC Lolos 16 Besar PWI CUP Halsel

07/06/2026

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

06/06/2026

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

05/06/2026
Next Post
Serah terima bantuan kemanusiaan dari Harita Nickel melalui Posko Induk Bencana

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

Walikota Ternate Serahkan Bantuan Korban Dampak Pasca Gempa

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

La Jamra Hi. Zakaria, SH

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

  • Blog
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini