• Latest
Aburizal Kamarullah

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

04/04/2026
La Jamra Hi. Zakaria, SH

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

11/04/2026
Walikota Ternate Serahkan Bantuan Korban Dampak Pasca Gempa

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

10/04/2026
Serah terima bantuan kemanusiaan dari Harita Nickel melalui Posko Induk Bencana

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

05/04/2026
Salah Satu Bangunan Gereja Yang Rusak Akibar Gempa

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

02/04/2026
Community Relations Manager, Riyadi Supriyadi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadan

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

20/03/2026
Aktivitas Penumpang Di Pelabuhan Bastiong Ternate

Jelang Libur Hari Raya Dan Cuti Bersama, Aktivitas Transportasi Laut Makin Tinggi

17/03/2026
Gambar udara Pemukiman Baru Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan (Ist)

Wujudkan Toleransi di Kawasi: Warga Komitmen Jaga Kondusivitas Ramadan hingga Agenda Gereja

12/03/2026
Warga Desa Kawasi memerankan korban bencana dalam simulasi evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons darurat

Dari Simulasi hingga Terjun ke Lokasi, Harita Nickel Padukan Edukasi dan Aksi Nyata Penanganan Bencana

06/03/2026
KpBI Malut Gelar Halal Fair 2026, Pastikan Ketersediaan Uang Pecahan Kecil Jelang Idul Fitri

Jelang Idul Fitri, KpBI Malut Alokasikan Rp. 933 Miliar Uang Layak Edar

05/03/2026
warga Kawasi dan Soligi menyeberangi sungai Akelamo menggunakan jembatan ponton yang ditarik melalui tali dengan daya tampung terbatas

Perkumpulan Telapak : Jembatan Akelamo Jadi Nadi Baru Ekonomi Warga Obi

28/02/2026
Berbagi takjil bulan di bulan ramadan oleh Srikandi Pokdarkamtibmas Kota Ternate

Teguhkan Pesan Kamtibmas, Ini Yang Dilakukan Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Kota Ternate dan Srikandi

27/02/2026
Sarif H. Sabatun, Kadis Koperasi & UKM Kota Ternate

Terbentuk 78 KDKMP, Baru 6 Yang Aktif Secara Mandiri

13/02/2026
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
Jumat, April 24, 2026
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
No Result
View All Result

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

by Redaksi
04/04/2026
0
Aburizal Kamarullah

Aburizal Kamarullah

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

HALSEL, JN – Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara belakangan ini perlu dibaca secara lebih kritis dan mendalam. Alih-alih melihatnya sebagai konflik yang secara inheren berbasis agama, terdapat indikasi kuat bahwa narasi keagamaan justru dikonstruksi dan diproduksi dalam proses eskalasi konflik tersebut.

Dalam kerangka pemikiran Noam Chomsky, situasi ini dapat dipahami melalui konsep manufacturing consent, yaitu bagaimana opini publik dibentuk melalui proses produksi informasi yang tidak netral. Konflik yang pada mulanya bersifat lokal baik itu persoalan sosial, ekonomi, maupun insiden personal dapat mengalami transformasi makna ketika direpresentasikan dalam ruang publik, khususnya melalui media sosial.

Transformasi ini tidak terjadi secara alamiah, melainkan melalui seleksi, penekanan, dan pengulangan informasi tertentu yang menonjolkan aspek identitas, terutama agama. Akibatnya, publik tidak lagi merespons fakta objektif, tetapi versi realitas yang telah direkonstruksi sedemikian rupa untuk memicu emosi kolektif.

BacaJuga

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

Dalam konteks ini, media sosial berfungsi sebagai akselerator. Kecepatan distribusi informasi tidak diiringi dengan verifikasi yang memadai, sehingga membuka ruang luas bagi distorsi dan simplifikasi. Narasi yang paling emosional bukan yang paling akurat cenderung menjadi dominan.

Sementara itu, melalui perspektif Michel Foucault, fenomena ini dapat dibaca sebagai operasi kekuasaan melalui diskursus. Foucault menekankan bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk represif, melainkan bekerja secara produktif dengan membentuk cara pandang, kategori berpikir, dan batas-batas pemaknaan.

Dalam kasus Maluku Utara, diskursus yang berkembang cenderung mengarahkan publik untuk memahami konflik dalam kerangka “agama versus agama”. Ketika kerangka ini telah diterima secara luas, maka alternatif penjelasan seperti faktor ekonomi, politik lokal, atau dinamika sosial menjadi terpinggirkan atau bahkan tidak terlihat.

Dengan kata lain, yang sedang dipertarungkan bukan hanya konflik di lapangan, tetapi juga definisi tentang konflik itu sendiri.

Dampak dari dominasi diskursus berbasis identitas ini sangat signifikan. Pertama, ia berpotensi memperluas skala konflik dari yang semula terbatas menjadi lebih luas dan melibatkan kelompok yang sebelumnya tidak terkait langsung. Kedua, ia memperdalam polarisasi sosial dengan membangun batas-batas “kita” dan “mereka” secara kaku. Ketiga, ia mengaburkan akar persoalan yang sesungguhnya, sehingga penyelesaian yang diambil cenderung tidak menyentuh sumber konflik.

Lebih jauh, reproduksi narasi SARA secara terus-menerus dapat menciptakan kondisi di mana masyarakat menjadi rentan terhadap mobilisasi berbasis emosi. Dalam situasi seperti ini, rasionalitas publik mengalami erosi, digantikan oleh reaksi-reaksi instan yang didorong oleh sentimen identitas.

Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa tidak setiap konflik yang melibatkan kelompok berbeda dapat serta-merta dikategorikan sebagai konflik agama. Pelabelan semacam itu bukan hanya simplistik, tetapi juga berpotensi memperparah keadaan.

Upaya meredam konflik di Maluku Utara tidak cukup dilakukan melalui pendekatan keamanan semata. Diperlukan juga intervensi pada level narasi, yaitu dengan mendorong produksi informasi yang lebih akurat, proporsional, dan tidak eksploitatif terhadap isu identitas.

Selain itu, literasi media masyarakat menjadi kunci penting. Kemampuan untuk memilah informasi, memahami konteks, dan tidak mudah terprovokasi merupakan fondasi utama dalam mencegah eskalasi konflik berbasis narasi.

Pada akhirnya, menjaga kohesi sosial di wilayah yang majemuk seperti Maluku Utara bukan hanya soal meredam konflik yang tampak, tetapi juga soal mengelola cara masyarakat memahami konflik itu sendiri.

Karena dalam banyak kasus, konflik tidak membesar karena peristiwanya, melainkan karena cara ia diceritakan.(*)

Penulis : Aburizal Kamarullah
(Pengiaat Literasi & Penulis Opini Publik)

Previous Post

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

Next Post

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

Related Posts

La Jamra Hi. Zakaria, SH
Ragam

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

by Redaksi
11/04/2026
0

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa lahan di Kawasi–Soligi, Kabupaten Halmahera...

Read more
Walikota Ternate Serahkan Bantuan Korban Dampak Pasca Gempa

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

10/04/2026
Serah terima bantuan kemanusiaan dari Harita Nickel melalui Posko Induk Bencana

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

05/04/2026

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

02/04/2026

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

20/03/2026

Jelang Libur Hari Raya Dan Cuti Bersama, Aktivitas Transportasi Laut Makin Tinggi

17/03/2026
Next Post
Serah terima bantuan kemanusiaan dari Harita Nickel melalui Posko Induk Bencana

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

Walikota Ternate Serahkan Bantuan Korban Dampak Pasca Gempa

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

La Jamra Hi. Zakaria, SH

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

  • Blog
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini