Categories: Daerah

Soal Ketidakhadiran Bupati di Paripurna, Ini Tanggapan Fraksi Gerindra

LABUHA, JN – Ketidakhadiran Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba pada rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati terhadap pemandangan umum fraksi fraksi atas Laporan Keteranggan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2019, Senin (13/7/2020), yang sempat diprotes sejumlah anggota DPRD Halsel, dinilai tidak menyalahi ketentuan.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Halsel, Masdar Karim mengatakan, tidak ada masalah dalam paripurna meski tanpa Bupati. Sebab dalam rapat tersebut sudah diwakili Wakil Bupati. Karena dalam istilah Pemerintahan, yang dimaksud Pemerintah Kabupaten tidak hanya Bupati tapi didalamnya termasuk Wakil Bupati. “Dalam UU otonomi daerah, dalam kontes roda pemerintahan derah itu tidak mutlak atau ansi dipimpin oleh Bupati namun jika Bupati berhalangan atau tidak ada maka diwakili oleh Wakil, jadi tidak ada masalah.”kata Masdar menanggapi protes dari beberapa anggota DPRD Halsel pada paripurna tersebut.

Pandangan yang sama juga disampaikan anggota fraksi Gerindra, Ruslan Muchdar. Dia menjelaskan, dalam PP nomor 12 tahun 2018 sebagaimana dijabarkan dalam Tata Tertib (Tatib) DPRD itu wajib bagi bupati hadir pada paripurna pengambilan keputusan dalam hal ini persetujuan pengesahan Perda. Namun jika agenda paripurna biasa salah satunya penyampaian seperti ini cukup di hadiri oleh Wakil Bupati.

“Tidak ada masalah, kan sudah ada Wabup yang hadir.”tegas Ruslan. Karena itu, fraksi Gerindra pun meminta pimpinan rapat tetap melanjutkan paripurna tanpa harus menunggu kehadiran Bupati.

Ketidakhadiran Bupati Halsel pada rapat paripurna yang dipimpin ketua DPRD Halsel, Muhlis Jafar itu sempat mendapat protes dari sejumlah anggota DPRD Halsel.

Salah satunya datang dari anggota DPRD dari PKB Safri Talib. Safri yang juga Ketua Fraksi PKB itu mengatakan, sudah beberapa kali agenda paripurna tidak dihadiri bupati. Karena itu pihaknya meminta agar rapat ditunda sampai ada kejelasan dari Bupati. “Kita tidak mau kebiasaan lama terulang di periode ini, makanya DPRD harus tegas.”tukasnya.

Protes yang sama juga datang dari Sekretaris Fraksi Golkar, Sagaf Hi Taha. “Pimpinan yang terhormat kami minta supaya sidang paripurna di tunda ,menunggu kehadiran Bupati.”ujarnya.
Meski sempat diskorsing, rapat Paripurna tersebut tetap dilanjutkan hingga selesai. (One)

Redaksi

Recent Posts

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

TERNATE, JN - Pemerintah Daerah Kota Ternate berencana menata kembali pedagang buah yang ada di…

11 jam ago

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

HALTENG, JN - Keterlibatan Calon Kepala Desa (Cakades) dalam pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di…

1 hari ago

Gubernur Sherly Tunjuk Mantan Pejabat Di Halsel Jadi Plt Kadis DKP, Termasuk Plt Di Dinas Pertanian

SOFIFI, JN - Tak butuh waktu lama, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos tunjuk Kadri La…

5 hari ago

Data Tak Valid, DPRD Halteng Desak Pemda Cabut Izin Operasional SPBU Ini.

HALTENG, JN - Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Halmahera Tengah digelar diruang sidang paripurna…

2 minggu ago

Alasan Efisiensi Anggaran, Dispora Halteng diduga Lepas Tanggungjawab Atlet Porprov

HALTENG, JN - Persiapan atlet asal Kabupaten Halmahera Tengah untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Tingkat…

3 minggu ago

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

HALSEL, JN - Di Pulau Obi, sebagian perjalanan kerja dimulai dari kesempatan yang sederhana, lalu…

3 minggu ago