Categories: Daerah

Strategi Mitigasi Risiko dalam Usaha Speed Boat Ternate-Tidore

Oleh : Yusmiranti Aulia Mesir
Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Rentang kondisi antara pulau Ternate dan Tidore di Maluku Utara yang dipisahkan dengan lautan. Menyebabkan banyak pengusaha-pengusaha bersaing dengan pemenuhan alat transportasi yang digunakan.

Transportasi laut antar pulau Ternate dan Tidore ada beberapa alternatif, Yang dahulu hanya menggunakan kapal kayu, seiring perkembangan zaman transportasi Speed Boat mulai bermunculan dari 1 atau 2, sekarang ini sudah banyak transportasi Spead Boat yang ada di Pelabuhan Bastiong.

Pelabuhan merupakan Armada dari kendaraan laut ini. Banyak nya kemunculan alat transportasi ini di picu dengan banyak juga pekerja maupun mahasiswa baik PNS yang berdomisili di Ternate dan bekerja di Tidore, begitu juga sebaliknya.

Tidak hanya Speed Boat kini sudah ada transportasi yang memudahkan akses ke dua pulau ini dari PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) yaitu kapal Feri.

Sehingga ini membuat Pulau Ternate dan Tidore seakan menjadi satu, namun, untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan operasional, penerapan strategi sangat diperlukan.

Langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan yaitu seperti pemantauan berkala terhadap kondisi cuaca dan laut yang menjadi sangat penting.

Bekerja sama dengan lembaga seperti BMKG dan POLAIRUD dapat membantu dalam mendapatkan informasi terkini mengenai potensi cuaca buruk.

Dengan demikian, jadwal perjalanan dapat disesuaikan untuk menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan penumpang.

Melakukan pemeriksaan ruti terhadap armada, termasuk mesin, lambung kapal, dan sistem navigasi adalah langkah penting untuk memastikan semua dalam kondisi optimal.

Selain itu, pelatihan keselamatan awak kapal harus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan keadaan darurat. Menyediakan alat keselamatan yang memadai, seperti pelampung dan alat komunikasi darurat.

Tidak lupa selalu menyampaikan informasi mengenai prosedur keselamatan dan tindakan yang harus diambil dalam keadaan darurat serta melakukan evaluasi berkala terhadap strategi mitigasi yang diterapkan, dengan pengumupulan data dan umpan balik dari pengguna jasa, perbaikan juga penyesuain dapat dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan.

Dengan penerapan strategi mitigasi risiko yang komperhensif, usaha transportasi laut dapat berjalan lebih aman dan efisien, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (*)

Redaksi

Recent Posts

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…

2 minggu ago

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…

2 minggu ago

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…

3 minggu ago

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…

3 minggu ago

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…

3 minggu ago

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…

1 bulan ago