Rakhwan K. Suamba, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Maluku Utara (Foto : Yun)
SOFIFI, JN – Sail Tidore yang dijadwalkan pelaksanaannya pada September 2022 mendatang diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak terutama pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk sama-sama mewujudkannya. Demikian ditegaskan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Rakhwan K. Suamba saat ditemui Jaretnews diruang kerjanya pada Rabu, (05/01).
Menurut dia, sebelumnya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menggelar rapat koordinasi menindak lanjuti surat keputusan menteri tentang kesiapan pelaksanaan Sail Tidore.
Dalam rapat tersebut kata Rakhwan, Pemda Kota Tikep menyampaikan telah menyiapkan draft rencana kegiatan dan kesiapan Sail Tidore.
“pemkot Tikep sudah siapkan draft rencana kegiatan dan kesiapan infrastruktur sarana pendukung Sail Tidore. Selain itu pemkot Tidore Kepulauan juga telah diperkuat dengan tim-tim teknis”, ujarnya.
Namun demikian, lanjut Rakhwan, ini adalah hajatan nasional, maka Pemkot Tikep tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Selain itu, pada rapat koordinasi tersebut lanjut Rakhwan, juga membahas agenda lanjutan tentang persiapan dan kebutuhan launching acara dan thema Sail Tidore 2022.
Ditanya terkait keterlibatan ormas, tokoh masyarakat maupun akademisi dalam menyampaikan saran serta ide, Rakhwan mengaku hajatan ini terbuka untuk umum.
“Ini hajatan nasional, menyukseskan Sail Tidore bagian dari kesuksesan masyarakat Maluku Utara, siapapun bisa terlibat dalam menyampaikan saran maupun berbagi ide, baik itu komunitas, ormas, akademisi dan tokoh masyarakat ataupun siapa saja bisa berbagi sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah”, akunya.
Rakhwan menambahkan, sebelumnya semangat pelaksanaan Sail Tidore adalah sebuah semangat yang pernah tumbuh ditahun 2020 lalu, namun dikarenakan pandemi covid-19 sehingga tertunda.
Meski demikian, semangat pemkot Tidore Kepulauan dalam rangka menjemput moment ini sebagai salah satu pengembangan ekonomi sangat tinggi, dan pemerintah pusat juga sudah menjanjikan hal ini sehingga mengeluarkan SK tentang Sail Tidore.
Pertemuan selanjutnya diharapkan pemkot Tidore Kepulauan sudah punya konkrit sharing tanggungjawab agar panitia dapat bekerja lebih optimal.
Tentang thema sendiri kata Rakhwan sampai kini belum finalisasi apakah themanya tentang Kota Maritim dan atau Kota Rempah. “Sail Tidore sendiri lebih mengacu pada historis peninggalan sejarah perjuangan, itu yang menjadi andalan Sail Tidore juga ada panorama bawah laut yakni Heritage (peninggalan) harta karun dan berbagai budaya Maluku Utara yang akan dipromosikan secara nasional,”jelasnya.
Pada prinsipnya kata Rakhwan, Pemerintah Provinsi siap terlibat dalam rangka kesiapan Sail Tidore dengan lembaga terkait untuk pembahasan hal teknis dilapangan. “Sail Tidore sendiri akan dipusatkan di Desa Tugulafa Kota Tidore Kepulauan, menurut informasi dari panitia Tidore Kepulauan kesiapan sudah capai 80 persen, venuenya sudah siap,” tutup Rakhwan. (Yun/red)
Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…
TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…
TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…
HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…
TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…
HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…