Categories: Daerah

Warga Obi Mengamuk, Pembangunan Jalan Lingkar Terancam Gegara PT Harita

HALSEL, JN – Ratusan warga Obi Kabupaten Halmahera Selatan, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Obi Bersatu, Sabtu (21/08/2021) tadi siang ramai – ramai turun ke jalan menggelar aksi demo.

Mereka mengamuk karena merasa proses pembangunan jalan lingkar pulau Obi yang ditangani pihak Balai jalan dan jembatan Provinsi Maluku Utara, terancam tidak dilaksanakan pekerjaannya, lantaran ulah pihak perusahaan Tambang PT Harita Group.

Melalui anak perusahannya PT Trimega Bangun Persada (TBP) secara sepihak melakukan pemindahan jalur jalan lingkar Obi, sehingga tidak lagi sesuai dengan perencanaan awal dari pihak Balai jalan dan jembatan Provinsi Maluku Utara.

Selain tidak sesuai dengan perencanaan, keputusan sepihak ini juga berpotensi menggagalkan proses pembangunan jalan lingkar pulau Obi. Demikian orasi yang disampaikan Budiman Safi.

Budiman yang juga selaku Kordinator lapangan (Korlap) mengaku kecewa dengan PT Harita Group, sebab dengan sengaja mengutak atik proses perencanaan pembangunan jalan lingkar Obi sebagaimana telah di tetapkan.

Atas tindakan itu proses pekerjaan jalan terancam tidak dapat dilanjutkan.

Senada juga disampaikan massa aksi lainya Abdul Kafi yang juga Kepala Desa Laiwui Obi, mengaku PT Harita sudah menghianati warga Obi karena diduga tidak mendukung proses pembangunan disana.

Menurut dia mestinya perusahan tidak berhak mengutak atik pekerjaan jalan lingkar karena itu merupakan ranah pihak Pemerintah melalui Balai jalan dan jembatan Maluku Utara.

Dalam aksi yg dipusatkan di Kantor Kecamatan itu menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya, meminta pada Bupati Halsel H. Usman Sidik agar segera datang ke Obi menyelesaikan seluruh masalah yang ada, kemudian mendesak Bupati, Gubernur dan Presiden tidak menyetujui permintaan pemindahan jalur jalan lingkar Obi oleh PT TBP melalui surat nomor 171/VIII/2021.

Kepada para DPRD Kabupaten dan Provinsi agar mengawal aspirasi masyarakat Obi, selain itu Gubernur Malut juga diminta supaya mencabut izin PT Harita Gruop, jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka masyarakat Obi akan memboikot seluruh aktivitas tambang di Obi.

Penulis : Tim
Editor    : Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik Oleh: La Jamra Hi. Zakaria, SH Sengketa…

2 minggu ago

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

TERNATE, JN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ternate, Kamis (09/04), salurkan bantuan berupa…

2 minggu ago

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

TERNATE, JN - Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada…

3 minggu ago

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

HALSEL, JN - Fenomena menguatnya isu SARA dalam beberapa peristiwa konflik sosial di Maluku Utara…

3 minggu ago

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

TERNATE, JN - Gempa kembali guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kejadian terasa pada Kamis,…

3 minggu ago

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

HALSEL, JN - Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semangat…

1 bulan ago