• Latest
Jumidah, Guru SD Wonolagi, Sleman. Ft : Suara.com/Julianto

Kisah Guru Jumidah, Tempuh Puluhan Kilometer Selama 23 Tahun Demi Didik Siswa Wonolagi

28/07/2020
Sekda Halteng, Bahri Sudirman, Buka Rakor Bersama KPK RI

Sekda Halteng Pimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Atensi KPK RI

28/04/2026
Sosialisasi KKPD di Aula Nuku Kantor Gubernur Maluku Utara

Gandeng BNI dan Bank Maluku Malut, Pemprov Maluku Utara Sosialisasikan Penggunaan KKPD

28/04/2026
Madina Jouronga bersama anaknya yang mengemudikan Kapal Motor Akelamo Jaya

Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi

28/04/2026
La Jamra Hi. Zakaria, SH

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

11/04/2026
Walikota Ternate Serahkan Bantuan Korban Dampak Pasca Gempa

19 KK Terdampak Gempa Dapat Bantuan Bantuan Dana dari Baznas Kota Ternate

10/04/2026
Serah terima bantuan kemanusiaan dari Harita Nickel melalui Posko Induk Bencana

Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

05/04/2026
Aburizal Kamarullah

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

04/04/2026
Salah Satu Bangunan Gereja Yang Rusak Akibar Gempa

Akibat Gempa 7,6 M, 5 Gereja Ini Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

02/04/2026
Community Relations Manager, Riyadi Supriyadi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadan

Momentum Safari Ramadan, Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang

20/03/2026
Aktivitas Penumpang Di Pelabuhan Bastiong Ternate

Jelang Libur Hari Raya Dan Cuti Bersama, Aktivitas Transportasi Laut Makin Tinggi

17/03/2026
Gambar udara Pemukiman Baru Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan (Ist)

Wujudkan Toleransi di Kawasi: Warga Komitmen Jaga Kondusivitas Ramadan hingga Agenda Gereja

12/03/2026
Warga Desa Kawasi memerankan korban bencana dalam simulasi evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons darurat

Dari Simulasi hingga Terjun ke Lokasi, Harita Nickel Padukan Edukasi dan Aksi Nyata Penanganan Bencana

06/03/2026
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
Rabu, April 29, 2026
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
No Result
View All Result

Kisah Guru Jumidah, Tempuh Puluhan Kilometer Selama 23 Tahun Demi Didik Siswa Wonolagi

by Redaksi
28/07/2020
0
Jumidah, Guru SD Wonolagi, Sleman. Ft : Suara.com/Julianto

Jumidah, Guru SD Wonolagi, Sleman. Ft : Suara.com/Julianto

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

KISAH pahlawan tanpa tanda jasa bernama Jumidah (51) ini sungguh patut menjadi teladan. Demi mencerdaskan kehidupan bangsa, Jumidah guru kelas 1 SD N Wonolagi ini rela hampir 23 tahun pulang pergi puluhan kilo meter dari seputaran kantor TVRI Yogyakarta di jalan Magelang tepatnya di Jalan Mataram Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman.

Setiap hari Jumidah harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menembus dinginnya pagi untuk sampai ke SD N Wonolagi yang letaknya cukup terpencil di Padukuhan Wonolagi Kalurahan Ngleri Kepanewonan Playen Kabupaten Gunungkidul. Jika hujan turun, maka perjuangannya bertambah berat lagi.

Jumidah sendiri setiap hari berangkat pukul 05.00 WIB dari rumahnya. Ia harus menyiapkan segala kebutuhan anak-anak dan suaminya sejak pukul 03.00 WIB. Sebelum shalat subuh, ia harus sudah mandi dan berdandan pakaian seragam untuk berangkat ke sekolah. Selepas subuh, ia sarapan kemudian memanasi motornya.

BacaJuga

Harapan dari Pulau Obi, Cerita Kasman La Jaani Menjemput Mimpi di Tengah Himpitan Ekonomi

Wakili Malut Ke Jepang, Siswa Dari SLTA Di Kota Ternate Didukung Pemkab Halsel

Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berangkat menggunakan sepeda motor. Menyusuri jalan ringroad utara ke barat melewati Ringroad barat kemudian Ringroad Selatan sebelum akhirnya sampai di terminal Giwangan. Ia kemudian menitipkan sepeda motornya di tempat penitipan yang sudah menjadi langganannya.

“Di terminal saya nitip motor. Ongkosnya sehari Rp 3 ribu,”ujar Jumidah di sekolahnya, Jumat (24/7/2020).

Dari terminal ia harus berganti menggunakan bus umum Jurusan Jogja-Wonosari. Lagi-lagi ongkos harus ia keluarkan Rp.10.000 untuk sekali jalan sampai di perempatan Patuk Kepanewonan Patuk Gunungkidul. Selama hampir 1 jam, ia menikmati goyangan bus Jogja-Wonosari yang armadanya rata-rata sudah berusia lanjut.

Di dalam bus itu terkadang ia gunakan untuk memejamkan mata, mengobati kantuknya yang telah terampas karena bangun jam 2.00-3.00 dinihari. Begitu sampai di perempatan Patuk, Kernet Bus yang menjadi langganannya langsung membangunkannya. Ia pun langsung turun mengambil sepeda motor yang telah ia titipkan di tempat penitipan motor langganannya.

“Jadi saya ada dua motor. Satu di Giwangan dan satu di Patuk,”ungkapnya.

Untuk di tempat penitipan sepeda motor Patuk, ia membayar Rp 40.000 selama 1 bulan. Dari tempat penitipan sepeda motor di perempatan Patuk, ia meneruskan perjalanan sekitar 5 kilometer menuju ke SD tempatnya mengajar.

Beruntung sekarang sudah ada jembatan Praon yang melintas di atas sungai Oya yang menghubungkan kepanewonan Patuk dengan Playen, sehingga perjalanannya lebih singkat. Namun tahun lalu, selama hampir 2 tahun ia harus memutar perjalanan lebih jauh 7 kilometer karena jembatan Praon ambruk diterjang arus sungai ketika terjadi badai.

“Saya di sini sejak (SD Wonolagi) sejak November 2011,”ceritanya.

Dia menjadi guru sejak tahun 1998 yang lalu. Sebelum ditempatkan di SD Wonolagi, ia sudah bertugas di SD Tambakromo Kepanewonan Ponjong. Selama 12 tahun ia menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk sampai ke SD Tambakromo. Ia juga sempat bertugas selama 1 tahun di SD N Gading Asri yang juga ada di Kepanewonan Playen.

23 tahun ia menikmati perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer untuk tetap bisa mengajar. Berbagai pengalaman ia dapatkan mulai dari ban bocor sehingga harus menuntun sepeda motornya cukup jauh. Pengalaman paling membekas di hatinya adalah ketika pulang dalam keadaan larut dalam kondisi hujan lebat dan listrik mati.

“Terkadang saya harus nginep di sekolahan kalau situasi tidak memungkinkan untuk pulang. Karena semua sekolah tempat saya mengajar kecuali Gading Asri semuanya di pelosok. Jalannya sulit dan jauh,”tambahnya.

Meskipun jauh dan terkadang berat, ia mencoba menikmatinya. Ia mengaku sangat mencintai anak didiknya dan ingin melihat mereka berhasil suatu hari nanti. Ia bahkan rela menyisihkan gajinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk membantu operasional sekolah karena termasuk sekolah yang kekurangan murid. Seperti di SD Wonolagi, sangat kekurangan murid sehingga semua Guru PNS di sekolah itu rela menyisihkan gajinya untuk operasional sekolah.

“Sampai di sekolah sebenarnya lelah. Kalau sudah lihat anak-anak lelah saya hilang. Sampai rumah jam 17.00 WIB. Dinikmati saja,”katanya sembari tersenyum. (*)

Sumber : Suara.com

Previous Post

Disambut Ribuan Pendukung, Bahrain Tegaskan Siap Bertarung di Pilkada Halsel

Next Post

Ini Penjelasan Rasulullah Tentang Tiga Kalimat Terakhir Sahabat yang sedang Sakaratul Maut

Related Posts

Kasman La Jaani saat menerima Sertifikat Kelulusan Vokasi Bahasa Mandarin
Daerah

Harapan dari Pulau Obi, Cerita Kasman La Jaani Menjemput Mimpi di Tengah Himpitan Ekonomi

by Redaksi
21/01/2026
0

HALSEL, JN - Di bawah langit Pulau Obi yang cerah, pemuda asli Desa Soligi, Kasman La Jaani (18), berdiri tegak....

Read more
Maya Dira Bersama Karim Nahrawi, Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Ternate

Wakili Malut Ke Jepang, Siswa Dari SLTA Di Kota Ternate Didukung Pemkab Halsel

15/11/2025

Tiba di Jakarta, Delegasi Unkhair Pada Program SMI Youth Exchange Chapter, Cici Beri Apresiasi Kepada Bupati Bassam

15/02/2025

Gerak Cepat Pemberian Bantuan Korban Bencana Di Rua, Termasuk Bacakada Ini

26/08/2024

Mendukung Infrastuktur Pendidikan, Bupati Bassam Raih Penghargaan Dari Unkhair Ternate

24/08/2024

Sosok Bassam Kasuba di Mata Orang Tua, MK : Bassam Anak Yang Baik dan Ramah

16/12/2023
Next Post
Ilustrasi

Ini Penjelasan Rasulullah Tentang Tiga Kalimat Terakhir Sahabat yang sedang Sakaratul Maut

Piagam Penghargaan dari BKKBN Pusat kepada Bupati Halsel. (Dok. Humas Pemda Halsel)

Torehkan Prestasi, Bahrain Kembali Diganjar Penghargaan Dari BKKBN Pusat

Istimewa

Suleiman Al-Rajhi, Miliarder Yang Habiskan Seluruh Hartanya Untuk Agama dan Umat

  • Blog
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini