TERNATE, HN — Kepulan asap tiba-tiba membumbung dari sebuah rumah di Lingkungan Akeboca, Kelurahan Soa, Kecamatan Ternate Utara, Selasa (6/10) sore. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melahap hampir seluruh bagian rumah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIT. Rumah yang terbakar merupakan milik Nurdiana Kakais dan suaminya, Rahmat Saleh. Saat kejadian, Rahmat sedang bekerja. Nurdiana berada di rumah dan tengah memasak di dapur. Sementara adiknya, Kevin, sedang mengerjakan aktivitas di depan rumah.
Suasana mendadak berubah panik setelah terdengar teriakan dari dalam rumah. Warga yang mengetahui adanya kebakaran langsung berdatangan untuk membantu.
Berdasarkan keterangan Nurdiana, sumber api diduga berasal dari kamar mandi. Ruangan tersebut diketahui digunakan untuk menyimpan sejumlah kasur. Nurdiana menduga kebakaran dipicu oleh anaknya yang masih berusia tiga tahun. Saat kejadian, bocah tersebut berada di kamar mandi dan diduga bermain korek api.
Kepada keluarga, bocah tersebut disebut mengaku telah membakar kasur yang berada di ruangan itu.
Kobaran api kemudian membesar dan menghanguskan bagian rumah. Warga berusaha melakukan pemadaman secara manual sambil meminta bantuan petugas Damkar Kota Ternate.
Upaya pemadaman berlangsung di tengah keterbatasan personel. Sebagian besar petugas Damkar Kota Ternate saat itu masih dikerahkan ke Kelurahan Takome untuk menangani kebakaran di kawasan TPA yang telah berlangsung selama tiga hari.
Meski demikian, petugas yang berada di kantor langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.15 WIT.
Kepala Dinas Damkar Kota Ternate Naim Safar dan Kabid Damkar Ramli Soleman sendiri masih berada di Takome saat kejadian untuk menangani kebakaran TPA. Naim Safar mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele benda-benda yang dapat menjadi sumber api.
Menurutnya, pengawasan terhadap anak-anak perlu diperketat. Terlebih dalam kondisi cuaca yang masih kering, api dapat dengan cepat membesar ketika mengenai benda yang mudah terbakar.
“Warga harus selalu berhati-hati karena kondisi sekarang masih kemarau. Anak-anak juga harus diperhatikan, jangan sampai bermain dengan korek api,” kata Naim.
Ia juga meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekitar rumput kering maupun material yang mudah terbakar.
Sementara Ramli Soleman mengingatkan warga yang melakukan aktivitas di kebun maupun hutan agar tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan. Pembakaran yang awalnya dilakukan untuk membersihkan kebun, kata dia, bisa berubah menjadi bencana apabila api merambat dan sulit dikendalikan.
“Kalau warga pergi ke hutan atau kebun, jangan membakar untuk tujuan membersihkan kebun. Itu bisa berakibat fatal karena api dapat merambat dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait kejadian tersebut. Kerugian material akibat kebakaran juga masih dihitung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (dar/red)
HALSEL, JN – Pemeriksaan terhadap FH, 15, siswa kelas XI SMA 24 Halmahera Selatan (Halsel),…
TERNATE, JN - Pertumbuhan penduduk yang pesat dan tingginya aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan maupun…
HALTENG, JN - Kapolres Halmahera Tengah (Halteng), AKBP Fiat Dedawanto memberikan santunan sosial kepada tujuh…
TERNATE, JN — Organisasi penyandang disabilitas Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan Persatuan Tunanetra Indonesia…
HALTENG, JN - Fraksi Partai NasDem, DPRD Kabupaten Halmahera Tengah menyampaikan Pendapat Akhir terhadap Nota…
HALSEL, JN - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memacu pemerataan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah…