Categories: Daerah

DPRD Bakal Panggil Dinas Kesehatan Tikep

TIDORE, JN – Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan diminta memberikan pertimbangan terkait dengan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Kota Tikep saat ini.

Hal itu dimaksudkan agar menjadi pertimbangan bagi Dinas Pendidikan dalam menerapkan proses belajar mengajar secara normal tatap muka.
Ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Tikep, Mochtar Djumati.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan terkait situasi pandemi di Tikep. Jika situasinya telah melandai maka pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan akan proses belajar mengajar dilakukan secara normal kembali.

“Karena sekolah tidak berjalan normal, kita melihat siswa ini tidak bisa terkontrol. Bahkan siswa SD kelas 1,2 dan 3 itu tingkat kecerdasannya tidak seperti orang yang sekolah normal. Makanya kami minta sekolah ini sudah bisa dinormalkan,” kata Mochtar Djumati, Minggu (29/8).

Disentil terkait kekurangan guru, politisi NasDem itu mengemukakan, masalah kekurangan guru itu tidak hanya dialami di sekolah-sekolah yang ada di daratan Oba, tetapi hampir di pulau Tidore juga mengalami kekurangan guru. Untuk itu, dalam kunjungan ke daratan Oba beberapa waktu lalu oleh DPRD bersama Pemkot Tikep telah menyepakati bahwa Tikep bukan hanya tentang masalah kekurangan guru tetapi juga masalah pendistribusian guru yang tidak merata.
“Jadi kedepan, pendistribusian guru harus merata di semua sekolah,” tuturnya.

Sedangkan terkait masalah fasilitas pendidikan, lanjut Movos sapaan akrab Mochtar Djumati bahwa fasilitas penunjang pendidikan seperti ruang kelas memang sudah terpenuhi. Akan tetapi, ada beberapa kekurangan yang belum terpenuhi seperti ruang laboratorium dan pagar sekolah di SMP 26 Tikep yang sampai saat ini belum ada sehingga menghambat proses belajar mengajar. “Di 2022, masalah ini harus dituntaskan,” tegasnya.

Selain masalah pendidikan, DPRD juga menyoroti masalah fasilitas kesehatan yang belum memadai di Tikep. Mochtar mengatakan, selain kekurangan fasilitas kesehatan, ada sejumlah wilayah yang warganya belum bisa menjangkau keberadaan puskesmas. Makanya, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ada 9 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang statusnya akan ditingkatkan menjadi Puskesmas.

“Kalau 9 Pustu itu ditingkatkan menjadi Puskesmas maka tentu fasilitas di Pustu itu akan ditingkatkan juga atau ditambah fasilitasnya, termasuk tenaga medis yang memadai,” tandasnya. (BCS).

Redaksi

Recent Posts

Borong Dua Gol, Arwin Ardiansyah Bawa KJH FC Lolos 16 Besar PWI CUP Halsel

HALSEL, JN - KJH Fc berhasil meraih kemenangan penting usai menundukkan PCI dengan skor 2-1…

2 minggu ago

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

TERNATE, JN - Pemerintah Daerah Kota Ternate berencana menata kembali pedagang buah yang ada di…

2 minggu ago

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

HALTENG, JN - Keterlibatan Calon Kepala Desa (Cakades) dalam pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di…

3 minggu ago

Gubernur Sherly Tunjuk Mantan Pejabat Di Halsel Jadi Plt Kadis DKP, Termasuk Plt Di Dinas Pertanian

SOFIFI, JN - Tak butuh waktu lama, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos tunjuk Kadri La…

3 minggu ago

Data Tak Valid, DPRD Halteng Desak Pemda Cabut Izin Operasional SPBU Ini.

HALTENG, JN - Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Halmahera Tengah digelar diruang sidang paripurna…

4 minggu ago

Alasan Efisiensi Anggaran, Dispora Halteng diduga Lepas Tanggungjawab Atlet Porprov

HALTENG, JN - Persiapan atlet asal Kabupaten Halmahera Tengah untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Tingkat…

1 bulan ago