Categories: Perkara

Dugaan Aborsi Oknum Kades di Halsel Resmi Dipolisikan, Begini Kronologisnya

HALSEL, JN – Sepandai pandainya Tupai melompat, Satu saat jatuh juga, pepatah ini berlaku pada salah satu oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Pasangan bukan suami istri itu nekat melakukan “Aborsi” dengan mencoba menggugurkan kandungan atas desakan oknum Kepala Desa.

Kasus ini mencuat setelah ada pengakuan dari korban yang diduga menjadi selingkuhan oknum Kades itu.

Kini kasus tersebut sudah resmi telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Polres Halmahera Selatan.

Laporan tersebut disampaikan langsung istri pertama oknum Kades didampingi Kuasa Hukum korban Yeri kakanok, SH sebagaimana tertera dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) nomor STPL/296/V/2025/SPKT tertanggal 13 Mei tahun 2025 yang ditandatangani PS Kanit II SPKT BRiKA Amal Teapon.

Sebagaimana termuat dalam isi laporan tersebut, dugaan terjadi tindak pidana “Aborsi” yang dilakukan Oknum Kepala Desa terhadap selingkuhannya.

Dalam pengakuan istri pertama Kades bahwa awalnya dia mendapat informasi dari warga terkait dugaan Aborsi yang dilakukan suaminya kepada selingkuhannya itu.

Lanjut kemudian masalah tersebut dikonfirmasi kepada bersangkutan (Suaminya, Red) namun dirinya (Kades, Red) mengelak.

Merasa tidak puas dirinya mendatangi rumah korban untuk menanyakan dugaan Aborsi tersebut dan saat itu korban mengakui pernah melakukan pada bulan Agustus tahun 2024 lalu.

Atas kejadian tersebut pelapor yang juga istri pertama oknum Kades merasa dirugikann dan memohon kepada Polres Halmahera Selatan dalam hal ini Bagian Reskrim agar menindaklanjuti pengaduan dimaksud sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu berdasarkan bukti rekaman video percakapan berdurasi 1 menit 36 detik antara korban dan istri pertama oknum Kades, terlihat korban mengakui seluruh perbuatan oknum Kepala Desa.

Dalam video tersebut korban mengaku dikasih uang oleh selingkuhannya oknum Kades untuk menggugurkan kandungan.

“Saya melakukan apa yang disuru tapi tidak keguguran dan akhirnya di usia kandungan 9 bulan saya melahirkan anak perempuan, tapi sayangnya bayi tersebut sudah meninggal dan dalam keadaan cacat akibat pengaruh obat,”ucap korban.

Kondisi ini juga dibenarkan salah satu Biang yang menangani persalinan tersebut, mengaku janin sudah meninggal 4 hari dalam kandungan.

“Saya sudah tanya ke dia (Korban, Red) siapa yang “maaf” menghamili, dia mengaku nama oknum Kades, bahkan oknum Kades berjanji akan memberikan biaya melahirkan setelah dana cair, namun sampai sekarang tidak kunjung diberikan “beber Mama Biang. (*)

Editor : Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Borong Dua Gol, Arwin Ardiansyah Bawa KJH FC Lolos 16 Besar PWI CUP Halsel

HALSEL, JN - KJH Fc berhasil meraih kemenangan penting usai menundukkan PCI dengan skor 2-1…

2 bulan ago

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

TERNATE, JN - Pemerintah Daerah Kota Ternate berencana menata kembali pedagang buah yang ada di…

2 bulan ago

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

HALTENG, JN - Keterlibatan Calon Kepala Desa (Cakades) dalam pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di…

2 bulan ago

Gubernur Sherly Tunjuk Mantan Pejabat Di Halsel Jadi Plt Kadis DKP, Termasuk Plt Di Dinas Pertanian

SOFIFI, JN - Tak butuh waktu lama, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos tunjuk Kadri La…

2 bulan ago

Data Tak Valid, DPRD Halteng Desak Pemda Cabut Izin Operasional SPBU Ini.

HALTENG, JN - Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Halmahera Tengah digelar diruang sidang paripurna…

2 bulan ago

Alasan Efisiensi Anggaran, Dispora Halteng diduga Lepas Tanggungjawab Atlet Porprov

HALTENG, JN - Persiapan atlet asal Kabupaten Halmahera Tengah untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Tingkat…

2 bulan ago