Categories: Daerah

Pansus Minta Dinas Terkait Rombak Ulang Kebijakan Perencanaan

SOFIFI, JN – Rapat Panitia Khusus (PANSUS) LKPJ DPRD Maluku Utara dengan memanggil dinas-dinas terkait tampaknya mulai terungkap soal kinerja dinas selama ini sejak penyampaian LKPJ Pemerintah Daerah Maluku Utara tahun 2021 lalu.

Terkait penyerapan anggaran oleh dinas selama ini diatas 90 persen, namun ini tidak dirincikan dalam dokumen penyampaian LKPJ maka kita perlu mendalaminya. Hal ini diungkap Ishak Naser, Ketua Pansus LKPJ DPRD Maluku Utara saat ditemui awak media usai rapat diruang komisi kantor DPRD Rabu, (08/06) di Sofifi.

“Kita butuh pendalaman agar minimal tahu outputnya apa sehingga bisa menghasilkan laporan seperti itu, dalam artian apa sebenarnya yang dihasilkan dari presentasi penyerapan anggaran sebesar itu”, ujarnya.

Ini dilakukan karena tidak ada penjelasan detail dalam laporan LKPJ makanya kita melakukan pemanggilan dinas terkait ditanyakan secara lisan, sehingga kita bisa tahu permasalahan apa saja yang terjadi, ini yang nanti menjadi poin kita untuk keluarkan rekomendasi, aku Ishak.

Ishak Naser juga menjelaskan, ada beberapa dinas yang ternyata selama ini tidak bekerja sesuai dengan acuan alias tanpa acuan, misalnya dinas Pertanian dan Pangan.

“Contohnya Dinas Pertanian juga bekerja tidak sesuai dan tanpa acuan, harusnya sesuai dengan perencanaan. Apa yang dilakukan oleh dinas Pertanian tidak konek dengan Pangan karena memang belum ada perencanaan yang matang”, ungkap Ishak.

Dinas Pangan pun termasuk yang tidak memiliki acuan dalam melaksanakan program kerja. Padahal Pangan merupakan representase dari pemda dalam urusan penyelenggaraan pangan belum sesuai dengan amanat peraturan UU. Sementara untuk kebijakan pangan yang efektif maka harus dimulai dari perencanaan.

“Dinas Pangan sebagai representase dari pemerintah daerah yang bertanggungjawab belum sesuai, kita tidak tahu permasalahan pangan. Nah, untuk itu diperlukan perencanaan, sementara dinas pangan tidak punya itu. Kedepan kita minta perencanaan, ini ditahap awal itu mengidentifikasi kebutuhan dan status gizi masyarakat yang tidak dimiliki dinas pangan”, tuturnya.

Ishak juga mengungkapkan pansus sepakat merekomendasikan kepada pemda terkait pangan-pangan lokal agar bisa dikembangkan, sementara pangan import ini harus dikurangi agar tidak mengalami ketergantungan bahan luar.

Ditanya soal kaitan pengamanan pangan lokal namun yang terjadi di lapangan marak pembebasan lahan sehingga tanaman pangan lokal dipangkas, Ishak mengaku sesalkan kondisi ini.

“Ada satu contoh kasus tanaman sagu di Pulau Morotai yang terkonfirmasi yang kemudian ditebang dan dialihfungsikan menjadi sawah namun kemudian itu tidak dimanfaatkan dan ditelantarkan, ini sangat disayangkan”, aku Ishak lagi.

Ishak berharap, dinas pangan yang telah direkomendasikan produk pangan yang dihasilkan nanti tidak terlalu mahal. Ia meminta dinas agar merombak total dari aspek kebijakan dan diperbaiki dari awal dengan tujuan agar apa yang ditargetkan dalam program kerja dapat terealisasi, namun demikian dinas tentu berharap dukungan anggaran, tutupnya. (yUn)

Editor : Risman Lamitira

Redaksi

Recent Posts

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, BI Dorong Penguatan Pada Sektor Ini

HALTIM, JN - Sebagai otoritas dibidang moneter, makroprudencial dan sistem pembayaran, Bank Indonesia Perwakilan Maluku…

6 hari ago

Diam di Atas Laut Halmahera, Kita Belajar Sejarah Sambil Menjaga Alam

Pemandangan laut yang biru memanjakan mata sepanjang perjalanan, air laut yang sangat jernih memantulkan warna…

1 minggu ago

Mengasah Karya Jurnalistik Dengan AI, BI Gandeng Media Gelar Capacity Building Di Pulau Meti

HALUT, JN - Tugas jurnalistik di era modern serba digital saat ini menjadi satu tantangan…

2 minggu ago

Borong Dua Gol, Arwin Ardiansyah Bawa KJH FC Lolos 16 Besar PWI CUP Halsel

HALSEL, JN - KJH Fc berhasil meraih kemenangan penting usai menundukkan PCI dengan skor 2-1…

2 bulan ago

Reaksi dan Pro Kontra Pengalihan Lapak Buah kedalam Terminal Gamalama Ternate

TERNATE, JN - Pemerintah Daerah Kota Ternate berencana menata kembali pedagang buah yang ada di…

2 bulan ago

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Kades Terpilih Desa Ini Diadukan DPD LPP Tipikor

HALTENG, JN - Keterlibatan Calon Kepala Desa (Cakades) dalam pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di…

2 bulan ago