TERNATE, JN – Pemerintah Daerah Kota Ternate berencana menata kembali pedagang buah yang ada di pasar Higienis Gamalama. Penataan dilakukan dengan tujuan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di area tersebut.
Lapak para pedagang buah yang saat ini menghadap keluar jalan utama, direncanakan akan dialihkan kedalam terminal sehingga jalan utama menjadi leluasa dilalui pengguna jalan.
Rencana tersebut rupanya menimbulkan pro dan kontra antara pedagang dengan supir angkot. Para supir mengaku justeru kondisi terminal akan terlihat semrawut dan macet jika lapak pedagang dialihkan kedalam terminal.
“Kalau betul rencana pemkot akan mengalihkan pintu lapak pedagang buah kedalam terminal, kami supir tidak sepakat. Ini bukan solusi juga karena lebih parah nanti kondisi terminal kalau pembeli masuk ke terminal bawa kendaraan lalu parkir hanya untuk beli buah itu juga menimbulkan kemacetan dan terlihat semrawut”, ungkap salah satu supir angkot, Abdillah Kasim.
Disisi yang lain, para pedagang juga mengeluh jika lapak mereka dialihkan kedalam terminal, pengalihan tersebut akan berpengaruh pada omzet mereka.
Sementara itu, salah satu warga, Fauzan Radika (39), menilai pemerintah harus tegas kembalikan fungsi terminal ke posisinya, fungsi pasar dengan lahan parkirnya dan lapak disepanjang jalan terminal Gamalama dialihkan kelokasi yang lebih aman.
“Kalau saya pribadi menilai ini tergantung Pemkot saja, kan mereka yang punya kewenangan mengatur sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Pedagang juga jangan hanya mementingkan omzet mereka, itu ibarat manusia yang tidak mengakui kebesaran tuhan yang sudah atur semua rezeki”, ujar Fauzan dengan sedikit emosi, Jumat, (05/06).
Rencana Pemkot Ternate dinilai selama ini hanya sebatas wacana, tidak ada ketegasan. Begitupun dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya, yang hanya tertibkan sesaat saja setelah itu dibiarkan.
“Itu fungsi OPDnya juga hanya tertibkan sesekali kalau ada hajatan tertentu saja, setelah itu dibiarkan lagi hanya panas-panas tai ayam”, cetusnya lagi.
Menurutnya, para pedagang ini seharusnya ditindak tegas, harus diatur meskipun mereka tiap bulan bayar pajak dan retribusi namun kewenangan pemerintah untuk menertibkan semua kawasan pasar sudah menjadi aturan, fungsinya dikembalikan sehingga potret perputaran ekonomi diwilayah tersebut baik karena ditunjang dengan kondisi dan aturan yang relevan. (yUn)
















