HALTENG, JN – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara gelar Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah bersama Pelaku Usaha Pertambangan, Kecamatan dan Desa.
Tujuan utama rakor ini adalah membangun sinergitas semua pihak dalam penguatan program pengelolaan sampah melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Rakor ini juga ditegaskan bukan sekadar seremoni, tetapi harus melahirkan komitmen kuat atas program yang telah disepakati bersama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halteng, Rivani Abdurradjak, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya tanggung jawab DLH.
“Pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki kewenangan regulasi dan pengawasan. Perusahaan memiliki kewajiban menjaga dan memulihkan lingkungan. Pemerintah kecamatan dan desa menjadi ujung tombak di lapangan,” ujarnya, Selasa (01/9).
Ia mendorong perusahaan meningkatkan kualitas program CSR dan PPM khususnya di aspek pengelolaan lingkungan. Program tersebut harus berkelanjutan, memiliki indikator, data awal, target, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, DLH juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja perusahaan dalam penilaian PROPER agar tidak hanya mengejar kepatuhan administratif, tetapi menunjukkan aksi nyata dalam pengendalian pencemaran dan pemberdayaan masyarakat.
Fokus utama rakor ini adalah pengelolaan sampah terintegrasi di Weda Utara. Rivani menyebut pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri membuat timbulan sampah meningkat, ditandai banyaknya TPS liar dan sampah di sepanjang jalan nasional.
“Pemda ingin membangun sistem pengelolaan sampah dari desa sampai kabupaten. Sampah dipilah dari sumber. Desa melakukan pengumpulan, kecamatan berkoordinasi, kabupaten memperkuat fasilitas, dan perusahaan menjadi bagian solusi melalui CSR/PPM,” tegasnya.
Lebih lanjut Rivani menyampaikan, program ini merupakan bagian dari target Pemkab Halteng melalui DLH untuk menghadapi penilaian Adipura 2027 mendatang. Karena itu ia berharap rakor menghasilkan komitmen konkret berupa program, anggaran, lokasi, target, jadwal, dan penanggung jawab.
“Kita ingin Weda Utara maju secara ekonomi, kuat secara sosial, tetapi tetap sehat dan berkelanjutan secara lingkungan,” pungkasnya. (yUn)
















