SOFIFI, JN – Untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pangan di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara terus memperkuat jalur distribusi pangan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan penyedia pangan dari luar daerah, antara lain dari Pulau Jawa, Surabaya, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi agar daerah di setiap kabupaten/kota tidak mengalami kekurangan pasokan bahan pangan pokok dan penting, seperti cabai/rica, tomat, beras, gula, serta bahan pangan lainnya.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, Dheni Tjan, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan koordinasi dengan para penyedia dan distributor, baik yang berada di Kota Ternate maupun di Sofifi sebagai pusat pemerintahan.
“Kami senantiasa berkoordinasi dengan para penyedia di Ternate dan Sofifi untuk memantau arus masuk dan keluar komoditas pangan. Tujuannya satu, memastikan masyarakat di 10 kabupaten/kota tidak mengalami kelangkaan dan harga tetap terkendali,” ujar Dheni, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (08/09).
Lebih lanjut, Dheni menjelaskan bahwa sebagai bentuk pengawasan langsung, setiap bulan staf Dinas Pangan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan ketersediaan pangan di pasar-pasar tradisional. Pengecekan ini mencakup volume stok, harga, dan kelancaran distribusi.
“Dari hasil pemantauan di pasar-pasar, sejauh ini stok pangan kita dalam kondisi aman. Namun kami tetap siaga dengan memperkuat pasokan dari luar daerah sebagai cadangan apabila terjadi lonjakan kebutuhan atau kendala produksi lokal,” tambahnya.
Dinas Pangan Maluku Utara berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah melalui 3 pilar: ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga. Sinergi dengan penyedia dari luar daerah diharapkan dapat menjadi penopang utama saat produksi lokal belum mencukupi. (yUn)
















