HALSEL, JN- Suasana meriah dan penuh keceriaan terlihat di lokasi pelataran UMKM Melenial Desa Tembal Bacan Selatan saat pembukaan Festival Saruma tahun 2025.
Terdapat 21 etnis dari berbagai daerah di Indonesia yang mendiami Bumi Saruma Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara ambil bagian dalam ajang tahunan ini.
Dimana para perwakilan 21 etnis ini melakukan parade dengan baju adat mereka dengan berjalan berpasangan.
Pakaian-pakaian ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga membawa makna filosofis yang mendalam dan mencerminkan identitas budaya daerah asalnya.
Bahkan setiap helai kain dan baju yang dikenakan, terkandung simbol -simbol yang mengambarkan cerita leluhur dan identitas 21 etnis atau suku di Halmahera Selatan.
Pembukaan Festival Saruma tahun 2025 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba didampingi Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Senin (29/12/2025).
Hadir dalam kesempatan itu, Sekda Safiun Radjulan, unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, Kesultanan Bacan, pimpinan OPD dan perwakilan Paguyuban.
Dalam kesempatan itu Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi luar biasa atas penampilan 21 Etnis yang tergabung dalam paguyuban yang telah ikut berpartisipasi pada acara pembukaan festival Saruma 2025.
Orang nomor satu di Bumi Saruma ini mengatakan rasa syukurnya bahwa Halmahera Selatan sebagai bagian dari kawasan timur Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah.
Potensi di sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Kelautan menjadikan daerah ini sebagai wilayah dengan kekuatan Agromaritim yang strategis.
Halmahera Selatan yang dijuluki Bumi Saruma ini juga memiliki warisan budaya yang unik dan beragam, yang tumbuh dan hidup dalam nilai-nilai kearifan lokal.
“Tema Festival Saruma tahun ini, ‘Saruma: Sinergi Agromaritim dan Harmoni Budaya di Timur Nusantara”, mengandung pesan yang sangat mendalam. Tema ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta harmoni sosial di tengah masyarakat,”ujar Bupati Bassam Kasuba.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bilang potensi Agromaritim dan kebudayaan lokal harus dikelola secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan Ekonomi daerah. Menurutnya, sektor Pertanian, Kelautan, Pariwisata, dan Ekonomi Jreatif harus saling menguatkan sebagai pilar pembangunan Halmahera Selatan kedepan.
“Saya berharap Festival Saruma ini tidak berhenti sebagai sebuah seremoni semata, tetapi benar-benar menjadi ruang kebangkitan bersama. Kebangkitan partisipasi masyarakat untuk menjaga, menghidupkan, dan mengembangkan potensi pariwisata daerah, menggerakkan ekonomi kreatif, serta merawat budaya lokal agar tetap tumbuh dan lestari dari generasi ke generasi,”pinta Bupati dengan nada mengajak seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan merajut kebersamaan.
Berikut Daftar Etnis yang ada di Halmahera Selatan :
1. KESULTANAN BACAN
2. IKK TIDORE
3. IKK TERNATE
4. IKK MAKAYOA
5. IKK TOGALE
6. IKK BAJO
7. IKK ARAB
8. IKK TIONGHOA
9. IKK MALUKU
10. IKA SETIA
11. IKK SULA
12. IKK GORONTALO
13. IKK BUTON
14. IKK WAKATOBI
15. IKK PAPUA
16. IKK MINANG
17. KKSS
18. IKK JAWA
19. IKK PASUNDAN
20. MADURA
21. IKK SULUT (*)
Editor: Risman Lamitira



















