TERNATE, JN – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Maluku Utara, saat ini tengah gencar sosialisasi terkait African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang merupakan penyakit viral yang sangat menular dan mematikan.
Sosialisasi tentang demam babi Afrika ini dipusatkan disejumlah titik di Kota Ternate seperti di Bandara Baabullah, Pos Pelayanan Pelabuhan Ahmad Yani dan Pelabuhan Bastiong.
Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan instansi terkait resiko dan pencegahan penyakit ASF ini.
ASF sendiri adalah penyakit viral yang menular pada babi dan dapat menyebabkan resiko kematian tinggi. Selain itu, dapat menyebar melalui kontak langsung, kendaraan, peralatan dan pakan yang terkontaminasi.
Hal ini disampaikan Kepala Karantina Malut, Willy Indra Yunan saat dikonfirmasi Kamis, (12/12) bahwa sosialisasi ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan ASF.
“Saat ini yang kami lakukan yakni sosialisasi ke masyarakat upaya pencegahan ASF, kami juga ajak instansi terkait untuk bersinergi dalam memberikan informasi terutama untuk penumpang yang membawa babi atau produk turunannya”, pungkasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami bahaya penyakit ini dan agar selalu melapor ke karantina jika akan melalulintaskan produk tersebut.
“Ini sangat kami harapkan kepada masyarakat penting untuk melindungi sektor peternakan kita dari kerugian besar”, ujarnya.
Sosialisasi ini diharapkan seluruh pihak lebih waspada dan proaktif dalam pencegahan penyebaran ASF di Malut khususnya di Ternate dan menjaga ternak agar tetap sehat dan juga ekonomi peternak tetap stabil. (yUn)



















