HALSEL, JN.com – Kantor milik perusahan tambang PT Harita Group, di kompleks jalan Puskesmas Tomori Bacan, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, diserbu para pendemo.
Belasan massa yang mengatasnamakan Forum Pemuda Peduli Obi (FPPO) Halsel, terpaksa mendatangi kantor PT Harita pada Kamis (08/04/2021), mereka mengaku kecewa dengan sikap Perusahan Nikel itu, yang menolak rencana pembangunan jalan lingkar Obi, sebagaimana diisyaratkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 tahun 2020 tentang strategis percepatan pembangunan nasional.
Para pendemo diantaranya Odhy Kurama, Cristovan Loloh, Fhelista Kokiroba dan Hatim Kailul, dalam aksinya dihadapan perwakilan PT Harita Group Halsel, yang diterima langsung Handi selaku Humas Harita Nikel, meminta ketegasan perusahan agar mendukung langkah Pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan nasional di wilayah Obi.Mereka juga mendesak pihak Humas Harita supaya menelepon langsung pimpinan Harita Group wilayah Halsel bapak Donal untuk menyampaikan langsung sikap perusahan apakah mendukung atau menolak pembanguan jalan lingkar pulau Obi.
Hanya saja niat tersebut tidak dikabulkan Humas Harita Nikel, massa yang kecewa kemudian menyerahkan tuntutan mereka dalam bentuk selebaran, yang isinya ada tiga poin tuntutan.
Pertama mendesak PT Harita agar tidak menghalangi program Pemerintah pusat, terkait percepatan pembangunan jalan strategis nasional.
Poin kedua mendesak PT Harita untuk mendukung sepenuhnya proses berkaitan pembangunan jalan lingkar Obi, serta ketiga jika tuntutan ini tidak diindahkan maka kami akan melakukan konsolidasi besar besaran di 32 Desa di Obi, untuk memboikot aktivitas Perusahan.
Menanggapi tuntutan massa pihak PT Harita Group wilayah Halsel, yang diwakili Handi selaku Humas perusahan menegaskan bahwa PT Harita Group 1000 persen mendukung pembangunan di wilayah Obi, baik jalan lingkar maupun infastruktur lainya.
“Ini sudah menjadi program Pemerintah pusat jadi tidak benar kalau kami menolak, jujur kami mendukung bukan hanya 100 persen lagi tapi lebih dari itu 1000 persen, sehingga tidak perlu khawatir.”tutur Handi. (Ris)
Penulis : Tim
Editor : Risman Lamitira



















