• Latest
Foto : Bizlaw.id

Pakar Sebut WHO Selama ini Salah, COVID-19 Ternyata Menginfeksi Lewat Udara

06/07/2020
Kolaborasi warga, Pemdes Gambaru, dan Harita Nickel yang telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Rijang di Desa Gambaru, Obi Selatan, Halmahera Selatan

Perkuat Konektivitas Antardesa, Empat Jembatan Dibangun di Pulau Obi

24/09/2026
Sekretaris Daerah Kab. Halteng, Bahri Sudirman

Pemkab Halteng Akan Terapkan TPP Berbasis Kinerja, Sekda Soroti Budaya ‘Absensi Lalu Kabur’

09/09/2026
Kepala Dinas Pangan Malut, Dheni Tjan

Perkuat Distribusi Pangan Lokal, Dinas Pangan Maluku Utara Jalin Kerja Sama dengan Penyedia Dari Luar Daerah

08/09/2026
Kepala Bidang Pengolahan Sampah, DLH Kabupaten Halmahera Tengah, Nikmatullah F. Jinaba

Perkuat Program Bank Sampah, Ini Yang Dilakukan DLH Halteng

04/09/2026
Kapolsek Patani, Ipda, Mustakim Puasa Bersama Karyawan Telkomsel Lakukan Pengecekan Kabel Jaringan Telkomsel yang terputus

Dirusak OTK, Jaringan Telkomsel Daerah Ini Terganggu

04/09/2026
Rakor Skema Program CSR dan PPM

Melalui CSR dan PPM, DLH Halteng Bangun Kolaborasi Dengan Pelaku Usaha Pertambangan

02/09/2026
Direktur PDAM Kab. Halmahera Tengah, Hairudin Amir

Program 100 Hari Kerja, Ini Target PDAM Halteng

02/09/2026
Pendataan Parlinsos oleh Tim Kementerian PANRB dan Kelurahan Maliaro

Ditunjuk Dinsos, Kelurahan Ini Dampingi Tim Kementerian PANRB Untuk Pendataan Parlinsos

28/08/2026
Bupati IMS Menerima Cindramata Dari RCEO BNI Wilayah Suluttenggomalut

Resmikan Kantor BNI Lelilef, Bupati IMS : Bukti Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Halteng

26/08/2026
Kondisi pasca Kebakaran di Lingkungan Jerbus Kelurahan Tanah Tinggi

Bakar Sampah Picu Kebakaran di Jerbus, Damkar Regu 01 Bergerak Cepat

26/08/2026
Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Dr. R. Graal Talaiwo

Buka Akses Pemerataan Pembangunan Di Daerah Kepulauan, Anggota DPD RI Ini Dorong Percepatan RUU Kepulauan

22/08/2026
Ali, Kasie Intelijen Kejari Kabupaten Halmahera Tengah

Tunggu Audit BPKP, Ini Perkembangan Kasus Islamic Center Halteng

22/08/2026
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
Selasa, September 29, 2026
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
No Result
View All Result

Pakar Sebut WHO Selama ini Salah, COVID-19 Ternyata Menginfeksi Lewat Udara

by Redaksi
06/07/2020
0
Foto : Bizlaw.id

Foto : Bizlaw.id

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Jakarta, JN – Sebanyak 239 ilmuwan mengatakan, ditemukan bukti bahwa Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 dalam bentuk partikel yang lebih kecil di udara atau airborne dapat menginfeksi manusia. Jika udara berperan penting dalam penularan COVID-19, maka protokol kesehatan yang selama ini diterapkan di seluruh dunia seperti memakai masker dan menjaga jarak tidaklah cukup menahan penyebaran virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut.

Dikutip dari New York Times, dalam surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 239 ilmuwan di 32 negara, telah menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona memiliki partikel yang lebih kecil dan dapat menginfeksi manusia, para ahli juga mendesak Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) untuk merevisi rekomendasinya.

Para peneliti berencana untuk menerbitkan surat mereka dalam jurnal ilmiah minggu depan. Dalam update terbarunya COVID-19 yang dirilis 29 Juni 2020 lalu, WHO mengatakan penularan COVID-19 lewat udara hanya mungkin terjadi jika droplet atau percikan yang keluar saat batuk dan bersin lebih kecil dari 5 mikron.

BacaJuga

Buka Akses Pemerataan Pembangunan Di Daerah Kepulauan, Anggota DPD RI Ini Dorong Percepatan RUU Kepulauan

Bukan Sekadar Kewajiban Hukum, Harita Nickel Transformasikan Reklamasi Jadi Komitmen Pemulihan Ekosistem

Dr. Benedetta Allegranzi, Pimpinan Teknis WHO tentang Pengendalian Infeksi mengatakan bukti COVID-19 menyebar melalui udara tidak meyakinkan.

“Terutama dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menyatakan beberapa kali kami menganggap transmisi udara mungkin, tetapi tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat atau bahkan jelas. Ada perdebatan kuat tentang ini,” kata Allegranzi.

Akan tetapi, para ahli mengatakan komite pencegahan dan pengendalian infeksi WHO terikat oleh pandangan yang kaku dan terlalu medis tentang bukti ilmiah, lambat, dan tidak mau mengambil risiko dalam memperbarui panduannya dan menerima beberapa suara konservatif untuk mengajukan perbedaan pendapat. “Mereka akan mati mempertahankan pandangan mereka,” kata seorang WHO konsultan yang tidak ingin diidentifikasi karena dia terus bekerja untuk WHO.

Pakar lain juga mendukung agar WHO melonggarkan kriteria pembuktian atas temuan studi. Terutama dalam wabah yang bergerak sangat cepat.

“Saya benar-benar frustrasi tentang masalah penyebaran lewat udara dan ukuran partikel, tentu saja,” kata Mary-Louise McLaws, anggota komite dan ahli epidemiologi di Universitas New South Wales di Sydney.

“Jika kita mulai meninjau kembali aliran udara, kita harus siap untuk mengubah banyak hal yang kita lakukan,” kata Mary.

Pada awal April, sekelompok pakar yang meneliti soal kualitas udara mendesak WHO untuk mempertimbangkan bukti yang berkembang tentang penularan virus Corona melalui udara. Agensi merespons segera, memanggil Lidia Morawska, pemimpin kelompok dan WHO konsultan, untuk mengatur pertemuan. Tetapi diskusi yang berlangsung menurut beberapa peserta tidak mengubah saran komite dalam rekomendasi penularan virus Corona lewat udara.

Dr Morawska dan lainnya menunjuk beberapa insiden yang mengindikasikan penularan virus melalui udara, terutama di ruangan tertutup yang berventilasi buruk. Mereka mengatakan WHO membuat perbedaan ‘buatan’ antara aerosol kecil dan percikan yang lebih besar, meskipun orang disebut bisa terinfeksi karena keduanya.

“Kami sudah tahu sejak 1946 bahwa batuk dan berbicara menghasilkan aerosol,” kata Linsey Marr, seorang ahli dalam penularan virus melalui udara di Virginia Tech.

Para ilmuwan belum dapat membuktikan COVID-19 menyebar lewat udara di laboratorium. Namun, bukan berarti peran udara dalam penularan COVID-19 tidak berarti.

“Sebagian besar sampel dalam percobaan tersebut berasal dari kamar rumah sakit dengan aliran udara yang baik yang akan melemahkan tingkat virus. Di sebagian besar bangunan,” kata Dr Marr.

WHO meyakini bahwa patogen yang ditularkan melalui udara contohnya seperti virus campak, harus sangat menular, dan virus bisa menempuh jarak jauh.

“Orang umumnya berpikir dan berbicara tentang penularan virus melalui udara dengan sangat bodoh,” kata Bill Hanage, seorang ahli epidemiologi di Harvard T H Chan School of Public Health.

“Kami memiliki anggapan bahwa transmisi melalui udara berarti droplet atau percikan bertahan di udara dan dapat menginfeksi seseorang berjam-jam kemudian, bertahan di jalanan, menyebar ke rumah di mana-mana,” kata Dr Hanage.

Semua ahli sepakat bahwa COVID-19 tidak menyebar seperti itu. Dr Marr dan yang lainnya mengatakan bahwa virus Corona tampaknya paling menular ketika orang-orang berada dalam kontak jarak dekat di waktu yang lama, terutama di dalam ruangan, dan bahkan lebih menular jika peristiwa penyebaran terjadi seperti kasus-kasus super spreader.

WHO sebelumnya telah menemukan dirinya berselisih dengan kelompok ilmuwan lebih dari sekali selama pandemi COVID-19. WHO tertinggal di belakang dari sebagian besar negara yang sudah mendukung masker wajah untuk digunakan saat wabah Corona. Sementara organisasi lain, termasuk CDC, telah sejak lama mengakui pentingnya penularan oleh orang-orang tanpa gejala, WHO masih berpendapat bahwa transmisi asimptomatik jarang terjadi.

Sementara banyak pula ahli yang mengatakan WHO harus merangkul apa yang disebut beberapa prinsip kehati-hatian. “Tidak ada bukti yang tidak dapat dibantah bahwa SARS-CoV-2 bepergian atau ditransmisikan secara signifikan oleh aerosol, tetapi sama sekali tidak ada bukti bahwa itu tidak,” kata Dr Trish Greenhalgh, seorang dokter perawatan primer di Universitas Oxford di Inggris.

“Mereka yang mungkin frustrasi mungkin tidak menyadari bagaimana WHO komite ahli bekerja,” kata Dr McLaws. Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO mengatakan anggota staf agensi berusaha mengevaluasi bukti ilmiah baru secepat mungkin, tetapi tanpa mengorbankan kualitas ulasan mereka.

McLaws menambahkan bahwa agensi akan mencoba memperluas keahlian komite dan komunikasi untuk memastikan semua temuan terkait Corona didengar. “Kami menganggapnya serius ketika jurnalis atau ilmuwan atau siapa pun menantang kami dan mengatakan kami bisa melakukan lebih baik dari ini. Kami pasti ingin melakukan yang lebih baik,” kata McLaws.

WHO sebelumnya telah menemukan dirinya berselisih dengan kelompok ilmuwan lebih dari sekali selama pandemi Corona. WHO tertinggal di belakang dari sebagian besar negara yang sudah mendukung masker wajah untuk digunakan saat wabah Corona. Sementara organisasi lain, termasuk CDC, telah sejak lama mengakui pentingnya penularan oleh orang-orang tanpa gejala, WHO masih berpendapat bahwa transmisi asimptomatik jarang terjadi.

McLaws menambahkan bahwa agensi akan mencoba memperluas keahlian komite dan komunikasi untuk memastikan semua temuan terkait Corona didengar. “Kami menganggapnya serius ketika jurnalis atau ilmuwan atau siapa pun menantang kami dan mengatakan kami bisa melakukan lebih baik dari ini. Kami pasti ingin melakukan yang lebih baik,” kata McLaws. (Bizlaw.id)

Previous Post

Kanwil Kemenag Malut Resmi Punya Pejabat Pembimas Hindu

Next Post

Waktu Pencairan Gaji Ke-13 PNS Bikin Galau, Ini Penjelasan Kemenkeu

Related Posts

Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Dr. R. Graal Talaiwo
Daerah

Buka Akses Pemerataan Pembangunan Di Daerah Kepulauan, Anggota DPD RI Ini Dorong Percepatan RUU Kepulauan

by Redaksi
22/08/2026
0

JAKARTA, JN - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. R. Graal Taliawo menegaskan pentingnya percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)...

Read more
Harita Nickel membangun dan mengelola fasilitas pembibitan atau nursery tanaman yang berperan penting dalam proses reklamasi pascatambang

Bukan Sekadar Kewajiban Hukum, Harita Nickel Transformasikan Reklamasi Jadi Komitmen Pemulihan Ekosistem

02/01/2026
Sustainability Manager Harita Nickel, Alexander Lieman, menerima piagam Business and Human Rights (BHAM) Award dari SETARA Institute

Masuk Daftar Perusahaan Tambang yang Penuhi Standar Perlindungan HAM, Harita Nickel Raih Anugerah BHAM

03/12/2025

Raih Juara di Olimpiade, 4 Siswa Asal Halsel Harumkan Nama Daerah di Kancah Internasional

28/10/2025

Berkontribusi di Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Harita Nickel Raih Penghargaan Subroto 2025

26/10/2025

Bersama OJK, Ini Komitmen Bupati Bassam Perluas Akses Keuangan Masyarakat

11/10/2025
Next Post
Foto : Istimewa

Waktu Pencairan Gaji Ke-13 PNS Bikin Galau, Ini Penjelasan Kemenkeu

Ini Dialog Antara Allah SWT dengan Manusia di Hari Kiamat Yang Diceritakan Rasulullah SAW

Penyampaian materi Bimtek oleh pemateri. (Foto : Ady)

KPU Halsel Gelar Bimtek Pemutahiran data Pemilih

  • Blog
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini