• Latest

Sofifi dan Sunyi Setelah Janji: Sebuah Catatan untuk Gubernur Sherly

20/04/2025
Kolaborasi warga, Pemdes Gambaru, dan Harita Nickel yang telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Rijang di Desa Gambaru, Obi Selatan, Halmahera Selatan

Perkuat Konektivitas Antardesa, Empat Jembatan Dibangun di Pulau Obi

24/09/2026
Sekretaris Daerah Kab. Halteng, Bahri Sudirman

Pemkab Halteng Akan Terapkan TPP Berbasis Kinerja, Sekda Soroti Budaya ‘Absensi Lalu Kabur’

09/09/2026
Kepala Dinas Pangan Malut, Dheni Tjan

Perkuat Distribusi Pangan Lokal, Dinas Pangan Maluku Utara Jalin Kerja Sama dengan Penyedia Dari Luar Daerah

08/09/2026
Kepala Bidang Pengolahan Sampah, DLH Kabupaten Halmahera Tengah, Nikmatullah F. Jinaba

Perkuat Program Bank Sampah, Ini Yang Dilakukan DLH Halteng

04/09/2026
Kapolsek Patani, Ipda, Mustakim Puasa Bersama Karyawan Telkomsel Lakukan Pengecekan Kabel Jaringan Telkomsel yang terputus

Dirusak OTK, Jaringan Telkomsel Daerah Ini Terganggu

04/09/2026
Rakor Skema Program CSR dan PPM

Melalui CSR dan PPM, DLH Halteng Bangun Kolaborasi Dengan Pelaku Usaha Pertambangan

02/09/2026
Direktur PDAM Kab. Halmahera Tengah, Hairudin Amir

Program 100 Hari Kerja, Ini Target PDAM Halteng

02/09/2026
Pendataan Parlinsos oleh Tim Kementerian PANRB dan Kelurahan Maliaro

Ditunjuk Dinsos, Kelurahan Ini Dampingi Tim Kementerian PANRB Untuk Pendataan Parlinsos

28/08/2026
Bupati IMS Menerima Cindramata Dari RCEO BNI Wilayah Suluttenggomalut

Resmikan Kantor BNI Lelilef, Bupati IMS : Bukti Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Halteng

26/08/2026
Kondisi pasca Kebakaran di Lingkungan Jerbus Kelurahan Tanah Tinggi

Bakar Sampah Picu Kebakaran di Jerbus, Damkar Regu 01 Bergerak Cepat

26/08/2026
Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Dr. R. Graal Talaiwo

Buka Akses Pemerataan Pembangunan Di Daerah Kepulauan, Anggota DPD RI Ini Dorong Percepatan RUU Kepulauan

22/08/2026
Ali, Kasie Intelijen Kejari Kabupaten Halmahera Tengah

Tunggu Audit BPKP, Ini Perkembangan Kasus Islamic Center Halteng

22/08/2026
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
Senin, September 28, 2026
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog
No Result
View All Result
JaretNews.com - Mengabarkan Informasi Terkini
No Result
View All Result

Sofifi dan Sunyi Setelah Janji: Sebuah Catatan untuk Gubernur Sherly

by Redaksi
20/04/2025
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Oleh : Algifari Madoemasure, Warga Sofifi.

Sudah kurang lebih dua bulan sejak Gubernur Sherly Tjoanda resmi dilantik menjadi nahkoda baru Provinsi Maluku Utara. Sebuah pelantikan yang diiringi gegap gempita, penuh doa, dan ekspektasi dari masyarakat. Dalam setiap kata yang terucap, tampak cita-cita besar: membangun daerah, mempercepat pelayanan publik, dan yang tak kalah penting, menghidupkan kembali Sofifi—ibu kota provinsi yang selama ini terasa lebih sebagai simbol di atas kertas ketimbang jantung pemerintahan yang berdenyut nyata.

Namun waktu, seperti biasa, punya caranya sendiri untuk menguji janji. Dalam dua bulan terakhir, banyak yang menunggu. Sofifi menunggu. Warganya menunggu. Jalan-jalan rusak yang menjadi saksi sunyi bertahun-tahun, masih menanti diperbaiki. Jembatan yang rusak sejak 2024 tetap terbaring lemah. Taman di pusat kota, tempat yang seharusnya menjadi ruang bersua dan rekreasi warga, justru ditumbuhi semak belukar, seolah turut mewakili harapan yang pelan-pelan berubah menjadi kegetiran.

BacaJuga

Diam di Atas Laut Halmahera, Kita Belajar Sejarah Sambil Menjaga Alam

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik


Gubernur Sherly, dalam berbagai kesempatan, hadir aktif di media sosial. Ajakan untuk melapor kerusakan jalan, seruan untuk bersinergi, dan narasi-narasi pembangunan terus dibagikan. Ini bukan sesuatu yang buruk. Komunikasi publik adalah bagian penting dari kepemimpinan modern. Tapi publik juga paham: komunikasi tanpa aksi adalah gema kosong yang hanya akan menambah bising telinga rakyat yang telah lama mendengarkan janji.

Sofifi bukan hanya nama. Ia adalah simbol pemerintahan. Ia adalah halaman depan dari rumah besar bernama Maluku Utara. Ketika halaman depan dibiarkan kusam, maka tamu pun akan bertanya-tanya bagaimana keadaan ruang di dalamnya. Dan warga, yang tinggal di halaman itu setiap hari, mulai bertanya-tanya pula: benarkah kami dianggap penting?

Padahal, pada awal masa kampanye dan menjelang pelantikan, Gubernur Sherly sempat menyampaikan niat untuk berkantor dan beraktivitas langsung di Sofifi. Bahkan beliau disebut-sebut pernah melakukan kunjungan ke salah satu gubernur di Kalimantan untuk belajar bagaimana membangun ibu kota provinsi yang sepi agar menjadi pusat pertumbuhan. Itu adalah sinyal awal yang memberi harapan. Sayangnya, hingga hari ini, belum banyak tanda-tanda nyata yang menunjukkan bahwa Sofifi menjadi prioritas dalam agenda kerja beliau.


Kami tentu memahami bahwa seorang pemimpin daerah baru membutuhkan waktu untuk menyesuaikan, membaca situasi, dan mengatur langkah strategis. Kami tidak menuntut segalanya selesai dalam 60 hari. Namun rakyat tidak buta. Rakyat bisa membedakan mana kerja yang berjalan pelan namun nyata, dan mana yang hanya berupa narasi yang indah namun menggantung.

Apalagi, saat warga diajak untuk melaporkan kerusakan infrastruktur di wilayah masing-masing, pertanyaan muncul: bagaimana mungkin diminta melihat jauh ke seluruh pelosok provinsi, sementara mata pemerintah belum benar-benar menatap serius kondisi ibu kotanya sendiri?

Ini bukan bentuk kemarahan. Ini adalah kritik yang lahir dari harapan. Sebab rakyat yang diam bukan berarti tidak peduli. Rakyat yang bersuara bukan berarti membenci. Dalam suara-suara itu tersimpan harapan bahwa Gubernur Sherly, dengan segala kapasitas dan pengaruhnya, benar-benar akan meletakkan Sofifi di tempat yang semestinya: bukan sebagai bayangan dari kota besar lain, tetapi sebagai wajah utama dari provinsi yang ia pimpin.

Kritik ini mungkin terdengar tajam, tapi ia ditujukan agar membangkitkan. Dua bulan bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk memulai. Tidak harus revolusioner. Satu perbaikan jalan, satu revitalisasi taman, atau sekadar kehadiran langsung di tengah warga Sofifi—itu saja cukup untuk membangunkan kepercayaan publik yang kini mulai lelah menunggu.

Gubernur Sherly, rakyatmu tidak butuh pemimpin yang sempurna. Mereka hanya ingin tahu bahwa pemimpinnya hadir. Bukan hanya dalam unggahan, tapi dalam tindakan. Bukan hanya dalam pidato, tapi dalam langkah kaki yang menapak di tanah yang dipimpinnya.

Sofifi menunggu. Ia tidak membutuhkan kemewahan. Ia hanya ingin dilihat. Sebab kota yang dilupakan oleh pemimpinnya, lambat laun akan melupakan kepercayaannya. Dan kepercayaan, sekali pergi, tidak mudah kembali. (*)

Previous Post

Sejumlah kades di Halsel Diduga Keluar Daerah, Agenda APDESI ?

Next Post

Bentuk Satgas Anti Kekerasan Perempuan Dan Anak, Ini Penegasan Ketua TP PKK Halsel

Related Posts

Perahu Berbahan Dasar Kayu, Transportasi Di Pulau Meti
Daerah

Diam di Atas Laut Halmahera, Kita Belajar Sejarah Sambil Menjaga Alam

by Redaksi
31/07/2026
0

Pemandangan laut yang biru memanjakan mata sepanjang perjalanan, air laut yang sangat jernih memantulkan warna hijau toska dibawah langit Halmahera...

Read more
La Jamra Hi. Zakaria, SH

Sengketa Lahan Kawasi Murni Privat, Bukan Sengketa Publik

11/04/2026

Politisasi Identitas dan Produksi Narasi: Membaca Isu SARA di Maluku Utara

04/04/2026

Diberi Nama Muhammad Sa’ad Abdurrahman Kasuba, Cucu ke 24 Muhammad Kasuba Ini Jalani Aqiqah

02/12/2025

Tiba di Jakarta, Delegasi Unkhair Pada Program SMI Youth Exchange Chapter, Cici Beri Apresiasi Kepada Bupati Bassam

15/02/2025

Sang Pewarta Itu Telah Pergi, Namamu Abadi Dalam Kenangan

09/02/2025
Next Post

Bentuk Satgas Anti Kekerasan Perempuan Dan Anak, Ini Penegasan Ketua TP PKK Halsel

Strategi Mitigasi Risiko dalam Usaha Speed Boat Ternate-Tidore

Hj. Musrifah Alhadar, Kepala Dinas DP3A Maluku Utara

Tindak Lanjut Kasus Kekerasan Oknum Guru Di Halsel, DP3A Malut Akan Lakukan Pendampingan Hukum

  • Blog
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERKARA
  • RAGAM
  • INSPIRASI
  • SUDUT PANDANG
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
  • Home
  • Blog

Copyright © 2026 www.jaretnews.com Mengabarkan Berita Terkini